SOLO, MettaNEWS – Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kecamatan se-Kota Surakarta resmi dilantik di Pendopo Loji Gandrung, Selasa (8/9/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi PMI untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan hingga tingkat kecamatan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Ketua Umum PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto, mengatakan keberadaan PMI di tingkat kecamatan diharapkan mampu membuat pelayanan kemanusiaan semakin dekat dengan masyarakat.
“Pelantikan ini adalah momentum penting untuk memperkuat peran PMI di tingkat kecamatan. PMI kecamatan adalah kepanjangan tangan PMI Kota Surakarta yang diharapkan mampu hadir lebih dekat dengan masyarakat, memberikan pelayanan yang lebih tepat sasaran, lebih cepat membantu, serta mampu memberikan pelayanan kepalangmerahan yang bermutu dan profesional,” kata Sumartono.
Menurutnya, keberadaan pengurus PMI di setiap kecamatan juga diperlukan untuk memastikan berbagai program kemanusiaan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
“Dengan adanya pengurus PMI di setiap kecamatan, kita ingin memastikan bahwa pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan efektif,” ujarnya.
Sumartono menambahkan, PMI kecamatan juga akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program donor darah, kesehatan, hingga kesiapsiagaan bencana.
“Program donor darah, kesehatan dan kesiapsiagaan bencana dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan lokal dan terus meregenerasi relawan di tingkat kecamatan, bahkan tingkat kelurahan, yang semakin terlibat, terlatih dan siap menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, dunia usaha hingga komunitas lokal.
“Sinergi dengan pemerintah kecamatan, dunia usaha dan komunitas lokal semakin erat demi memperkuat solidaritas sosial,” tutur Sumartono.
Sumartono berharap para pengurus dan Dewan Kehormatan PMI kecamatan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan profesionalisme.
“PMI Kota Surakarta tidak dapat bekerja sendiri. Kekuatan kita adalah pada jaringan yang hingga ke bawah. Oleh karena itu, kami berharap Dewan Kehormatan dan pengurus PMI kecamatan yang baru dilantik hari ini dapat menjalankan amanah mulia ini dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta mengedepankan profesionalisme dalam setiap langkah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pesan Wali Kota Surakarta Respati Ardi agar setiap kegiatan sosial yang dilakukan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Seperti yang saya selalu ingat, Mas Wali selalu pesan bahwa kalau kita sudah berkomitmen, ikhlas dan dengan niat baik membantu kegiatan sosial, harus berdampak bagi masyarakat Kota Surakarta,” katanya.
Respati Minta PMI Tak Hanya Bergerak Saat Bencana
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi meminta pengurus PMI kecamatan yang baru dilantik memiliki komitmen kuat dalam menjalankan organisasi.
“Komitmen dalam berorganisasi itu penting. Kita sering masuk ke dalam sebuah organisasi, banyak organisasi, tetapi kontribusinya terhadap organisasi malah kurang. Tentunya saya berharap teman-teman yang dilantik hari ini benar-benar punya komitmen,” ujar Respati.
Menurut Respati, PMI merupakan organisasi kemanusiaan yang harus memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.
“Ini organisasi kemanusiaan tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras apa pun. Yang diutamakan adalah kemanusiaan,” tegasnya.
Respati juga menyampaikan apresiasi kepada PMI yang selama ini konsisten membantu Pemerintah Kota Surakarta, khususnya dalam menghadapi berbagai kejadian kebencanaan.
“Saya ucapkan banyak terima kasih atas nama Pemerintah Kota Surakarta atas bantuan dari PMI selama ini, bertahun-tahun yang terus konsisten dalam membantu kami dalam ada kebencanaan apa pun. Dan sampai detik ini kita masih ada status tanggap bencana. Kontribusi dari PMI luar biasa. Terima kasih, tepuk tangan untuk PMI semuanya,” katanya.
Ke depan, Respati meminta PMI tidak hanya fokus pada respons ketika terjadi bencana atau kebutuhan donor darah. Ia ingin PMI mulai memperkuat program-program preventif.
“Saya berharap ke depan ada program preventif. Program preventif itu apa? Supaya isu kesehatan dan kebencanaan itu bisa diprogramkan. Memang donor darah dan lain-lain itu menjadi core utama, tetapi kegiatan apabila tidak ada yang mendesak, saya berharap ada program preventif, misalnya hidup sehat dan lain-lain,” ujarnya.
Singgung Kebakaran TPA Putri Cempo
Dalam kesempatan tersebut, Respati juga mengaitkan prinsip kemanusiaan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Ia menilai manusia perlu membangun hubungan yang lebih baik dengan alam atau semesta.
“Saya yang paling tertarik adalah prinsip ketujuh, yaitu sayangi semesta. Ternyata kalau kita memberikan bantuan, kalau kita menolong manusia, walaupun kita tolong seperti apa, nanti ke depan sewaktu-waktu dia bisa berbalik arah, bisa melawan kita ataupun sebaliknya. Diperlukan tingkat keikhlasan yang tinggi,” katanya.
Namun, menurut Respati, hubungan manusia dengan alam memiliki konsekuensi yang berbeda.
“Tapi kalau semesta sudah pasti, jika kita berbuat baik kepada semesta, yakin semesta tidak akan membohongi, mengkhianati kita. Kalau kita berbuat buruk, kalau kita berbuat jahat kepada semesta, saya yakin juga akan ada pembalasan-pembalasan,” tuturnya.
Ia kemudian menyinggung persoalan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang menurutnya menjadi pengingat pentingnya perubahan pola hidup dan pengelolaan sampah.
“Kita mungkin hari ini melihat betul dengan kacamata kita Putri Cempo. Jadi kita bukan mau menyalahkan siapa, tapi ini secara kolektif keseluruhan. Ternyata ada gas metan yang luar biasa keluar dari sana, yang memang perlu penataan lebih. Nanti ke depan kita mulai bereskan dari dulu dan harus ada lifestyle, harus ada gaya hidup untuk mengurangi sampah, gaya hidup untuk baik kepada semesta,” katanya.
“Jangan terlalu acuh kepada semesta. Maka dari itu kita juga turut prihatin, hari ini kebakaran, karhutla, erupsi, gempa bumi mendadak, masing-masing luar biasa. Jika kita selisik lebih dalam, kita pastikan itu juga akibat kita mengabaikan selama ini,” lanjut Respati.
Titip 7 Prinsip PMI Masuk Sekolah
Respati bahkan meminta PMI ikut berperan dalam memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah. Ia mengusulkan agar nilai-nilai kemanusiaan dan tujuh prinsip PMI dikenalkan sejak dini.
“Saya memohon Pak Martono dan seluruh jajaran rekan-rekan PMI untuk menerapkan tujuh prinsip tadi, masalah kemanusiaan, tepo seliro, adab, saling membantu, karena kita sedang mengalami anak-anak kita mengalami degradasi mental, ada budi pekerti. Ini penting sekali,” katanya.
Ia juga mengusulkan tiga materi yang dapat dikenalkan kepada pelajar tingkat SD dan SMP, yakni life skill, keselamatan berlalu lintas, serta nilai-nilai kemanusiaan.
“Pertama, mata pelajaran tambahan untuk anak-anak kita adalah life skill. Apa itu life skill? Pelajaran anak-anak SD SMP melipat baju, anak-anak SD SMP harus bisa menali sepatu, cuci piring. Ini wajib diinstal ke anak-anak kita,” ujar Respati.
Selain keterampilan dasar, ia menilai edukasi keselamatan berlalu lintas juga penting diberikan sejak dini.
“Kedua yaitu tentang berkendara, lalu lintas. Jadi saya duplikasi seperti di Jepang. Kalau sekarang ada motor matic, ini harus dimulai, harus diaplikasikan melalui sekolah-sekolah,” katanya.
Materi ketiga, lanjut Respati, adalah penguatan budi pekerti dan nilai kemanusiaan melalui tujuh prinsip dasar PMI.
“Mata pelajaran yang ketiga tambahannya, saya memohon Pak Martono dan seluruh jajaran rekan-rekan PMI untuk menerapkan tujuh prinsip tadi, masalah kemanusiaan, tepo seliro, adab, saling membantu. Kita sedang mengalami anak-anak kita mengalami degradasi mental, ada budi pekerti,” tuturnya.
Respati berharap edukasi tersebut dapat membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap sesama sekaligus memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat dan bencana.
“Titip tujuh prinsip dari PMI bisa diinstal, dikampanyekan ke anak-anak kita, anak-anak SMP supaya mereka punya rasa. Agar nanti ke depannya mereka dalam mengemban ilmu, masuk ke dunia kerja dan lain-lain, yang diutamakan tentunya adalah kemanusiaan,” katanya.
Ia juga meminta PMI ikut memberikan edukasi mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan anak-anak ketika terjadi bencana.
“Apabila terjadi bencana, apa langkah-langkah pertama anak-anak kita supaya terbiasa. Ini sudah diterapkan di negara-negara maju,” ujar Respati.
Di akhir sambutannya, Respati menegaskan pentingnya kolaborasi antara PMI dan Pemkot Surakarta dalam menghadapi tantangan kebencanaan dan persoalan sosial yang semakin beragam.
“Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kota Surakarta dan PMI kita jalin yang semakin kuat, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan Kota Surakarta yang semakin sehat, tangguh, peduli dan memiliki semangat gotong royong yang kuat,” katanya.
“Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada seluruh Dewan Kehormatan dan pengurus PMI yang dilantik,” pungkas Respati.
Sayangi Semesta, Hidup Bahagia.








