Pemkot Targetkan Predikat Utama dalam Anugerah Parahita Ekapraya Tahun 2023

oleh
oleh
Kegiatan sosialisasi media sensitif gender, Senin (31/10/2022) di Solo | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender tahun ini mulai diterapkan di Solo.

Bukan tanpa alasan, penerapan Perda tersebut sebagai ancang-ancang Pemkot Surakarta memasang target Predikat Utama dalam Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2023.

Perda Pengarusutamaan Gender ini juga didukung dengan pembentukan Forum Kesetaraan Keadilan Gender.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta optimistis tahun depan Pemkot Surakarta bisa naik kelas soal pengarusutamaan gender.

Kepala Bidang Kualitas Hidup Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Kota Surakarta, Selfi Rawung dalam kegiatan sosialisasi media sensitif gender, Senin (31/10/2022) di Solo, menjelaskan tahun 2023 target Pemkot Surakarta adalah mendapat penghargaan Utama untuk selanjutnya akan mempersiapkan menuju penghargaan Mentor.

“Pemkot Surakarta sudah punya semua persyaratannya. Tinggal prakteknya di lapangan saja. Terutama terpenuhinya semua hak kaum marginal yang menjadi fokus pengarusutamaan gender,” tutur Selfi Rawung.

Menurut Selfi masih ada beberapa PR menuju predikat mentor diantaranya adalah penambahan jumlah kursi untuk anggota dewan perempuan di DPRD.

“Kota Surakarta baru menduduki 20 persen saja. Padahal targetnya 30 persen. Perempuan sebagai kaum marginal, punya hak yang sama untuk duduk di kursi anggota dewan,” ungkap Selfi.

Selfi Rawung menyebut tidak hanya perempuan yang masuk dalam kaum marginal. Korban KDRT, ODHA, mantan narapidana, narapidana dan perempuan sebagai kepala keluarga masuk dalam kaum rentan.

“Kendalanya adalah mereka ini belum terekspos, walau selama ini kami terus bergerak memberikan pelatihan keterampilan yang bermanfaat untuk mereka menyambung hidup,” terang Selfi.

Fokus pengarusutamaan gender menurut Selfi tidak hanya memprioritaskan pada perempuan, tapi juga laki-laki.

Pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, lanjut Selfi mempunyai beberapa program binaan seperti Wanita Winasis yakni 20 wanita yang siap ikut berpartisipasi dalam lomba Gender Champion di tingkat provinsi.

“Juga Kampung Responsif Gender di Mojosongo, Tipes, Nusukan, dan Pajang. Itu dibentuk atas instruksi Kementerian PPPA yang mewajibkan ada kampung ramah perempuan dan perlindungan anak. Kota Solo punya itu,” tandasnya.

Selfi berharap penghargaan predikat utama hingga mentor akan berhasil bila didukung oleh banyak pihak.

Selfi menegaskan, Anugerah Parahita Ekapraya ini penghargaan yang diberikan Pemerintah Pusat sebagai pengakuan atas komitmen, upaya dan prestasi kementerian, lembaga serta pemerintah daerah atas pelaksanaan pembangunan yang menjamin kesetaraan dan keadilan gender, sehingga menjadi tanggung jawab bersama semua stake holder.

“Seluruh pihak dapat terlibat sekaligus bertanggung jawab dalam pelaksanaan program responsif gender. Tidak hanya OPD di Pemkot Surakarta, namun juga perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan media,” pungkasnya.