SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo bersama Panitia Natal dan Panitia Imlek berencana memasang lampion bertema Natal disepanjang Jalan Jenderal Sudirman Gladag dan Pasar Gede pada bulan Desember 2022.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto yang terlibat dalam kepanitiaan Natal dan Imlek, usai audiensi dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, Jumat (14/10).
“Jadi kami kemarin sudah koordinasi, hari ini kami paparan untuk mewakili panitia Natal 2022 dan panitia Imlek 2023. Jadi kami akan mengadakan acara Natal dengan pemasangan lampu lampion di sekitar Balai Kota hingga Pasar Gede dan sampai Gladag,” terang Sumartono usai audiensi, Jumat (14/10/2022).
Dikatakan Sumartono, selain membahas pemasangan lampion Natal pihaknya juga menyampaikan rencana pemasangan lampion Imlek di 2023 mendatang. Pihaknya menyebut pemasangan lampion ini merupakan sebuah komitmen Wali Kota Solo untuk membranding kebhinekaan Kota Solo.
“Jadi kemarin waktu Imlek tahun lalu kan Pak Wali memang berkehendak untuk beberapa kegiatan di Solo ini terus diadakan, karena untuk meramaikan sekaligus membranding kebhinekaan Kota Solo,” jelasnya.
Sumartono menuturkan perayaan Natal 2022 akan dimulai pada pekan pertama Desember. Sedangkan pemasangan lampion berjalan hingga 31 Desember. Lebih lanjut pemasangan lampion Natal tahun ini menjadi kali pertama di Kota Solo.
Konsep perayaan Natal ini terhitung berbeda yakni pada tanggal 13 Januari, PMS akan kembali menggelar perayaan di Balai Kota Solo bersama Pemkot. Sumartono menyebut dalam perayaan Natal di Balai Kota semua gereja di Kota Solo akan berpartisipasi mengirimkan perwakilan termasuk pendeta.
“Tetap ada perayaan Natal nanti di Balai Kota tanggal 13 Januari, walaupun situasinya sudah berubah Imlek,” kata Sumartono.
Pemasangan lampion Natal 2022 ini kemudian akan berganti dengan lampion Imlek di bulan Januari 2023. Setidaknya ada 2000 hingga 2500 lampion Imlek yang disiapkan dengan tema yang berbeda-beda. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan tahun 2022.
Berlanjut pada 1 Januari 2023, suasana Natal akan berganti dengan nuansa Imlek hingga 5 Februari 2023 dengan tema Cap Go Meh. Dikatakan Sumartono tema naupun lampu lampion akan terus bergantian selama dipasang.
Di pertemuan pagi ini, Sumartono juga mendapat beberapa catatan terkait perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Yakni dengan diizinkannya menyalakan kembang api setelah dua tahun lamanya dilarang lantaran pandemi Covid-19 melanda.
“Karena kemarin kan Para Games sudah diizinkan pakai kembang api, kami tadi sudah matur Pak Wali sudah diizinkan untuk kembang api pada saat malam tahun baru,” terangnya.
Sumartono menyebut pengamanan jelang Natal hingga perayaan ini berakhir akan dibantu petugas gabungan seperti Polri, Dishub, dan Satpol PP Diharapkan, kemeriahan Natal hingga Imlek mampu berdampak baik ke pariwisata Kota Solo terlebih bagi para pedagang kaki lima (PKL).
“Selain mengangkat kebhinekaan juga destinasi wisata satu hal yang penting adalah untuk mengangkat PKL.’PKL yang mana kalau di daerah Pasar Gede di kelola oleh teman-teman kita sediri di Prajan, kemudian yang daerah pasar kearah Cokronegaran itu dikelola oleh teman-teman Kepatihan,” terang Sumartono.
Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan Dishub untuk mengatur parkir lokasi dan juga Satpol PP yang bertugas mengatur para PKL. Sedangkan untuk Imlek pihaknya sengaja meniadakan festival.
“Imlek festival ini secara biaya cukup tinggi, tapi mungkin lebih terwakili yang PKL, PKL yang di luar jadi kami tidak lakukan itu dulu sambil menghemat biaya karena berurutan karena semua ini kan semua biaya kami patungan disengkuyung semuanya jadi kami juga biaya dua acara ini agar tidak terlalu besar,” tukasnya.
Dikesempatan yang sama, Wali Kota Solo, Gibran mengatakan pada perayaan Imlek nanti pihaknya akan mencoba mengadakan event untuk memeriahkan perayaan Imlek 2023 mendatang.
“Yang dari panitia tadi semuanya sudah tercover, nanti tinggal ada event apa yang bisa kita sambungkan lagi. Ini sudah mulai normal lagi ya, seperti Grebeg Sudiro dan lain-lainnya, ada kembang api juga, jumlah lampionnya sudah normal seperti dulu, malah luwih okeh (malah lebih banyak),” kata Gibran.
Gibran mengimbau saat lampion Natal maupun Imlek dipasang, masyarakat dapat tetap menjaga ketertiban.
“Ya pokoke yen pengen delok lampion yo sing tertib, pakir ojo nutup jalan, Yen meh foto foto yo ojo ganggu lalu lintas. Soale biasane antusiasme ne tinggi,” tukasnya.







