Pelari Nyentrik Asal Bogor, Pakai Kostum Burung di Surakarta Half Marathon

oleh
Surakarta Half Marathon
Pelari dengan kostum burung, Mahar dan pelari termuda, Arka mengikuti Surakarta Half Marathon di halaman Balai Kota Solo, Minggu (21/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Beragam keunikan tersaji dengan baik di event Surakarta Half Marathon yang berlangsung di Balai Kota Solo, Minggu (21/8/2022). Salah satu yang mencolok adalah hadirnya pelari kategori 10K male asal Bogor. Memakai kostum … dandanannya yang begitu nyentrik menjadi pusat perhatian semua yang ada di event ini.

Ia adalah Mahar, pelari nyentrik ini menamai kostum yang ia kenakan dengan sebutan burung emprit yang lucu.

“Ini merupakan kostum yang sering saya pakai untuk lari, punya karakter khusus dan kostum ini diciptakan khusus untuk saya berlari,” ucap Mahar kepada MettaNEWS, Minggu (21/8/2022).

Tentunya berlari dengan menggunakan kostum tidaklah mudah. Mahar mengatakan untuk bisa jadi pelari berkostum harus melakukan latihan.

“Pelari kostum perlu latihan dan tidak hanya latihan lari saja, tapi juga harus memakai kostumnya sekalian pas lari karena lari memakai outfit seperti ini tidak mudah jadi harus terus dibiasakan,” jelasnya.

Bukan kali pertama, Mahar menyebut pernah mengikuti event marathon diberbagai kota di Indonesia dengan kostum yang unik. Meski menggunakan kostum yang begitu ramai, Mahar mampu sampai digaris finish dengan catatan waktu 1 jam 30 menit.

“Tidak setiap lari saya pakai kostum ada saatnya saya lari dengan outfit biasa, tapi ketika lari untuk happy-happy main sambil rekreasi saya pakai kostum seperti ini supaya larinya menyenangkan semakin menggembirakan,” kata Mahar.

Menyebutnya sebagai pelari rekresional, Mahar memiliki target yang harus ia capai. Pun di event Surakarta Half Marathon yang menjadi event lari di Solo yang pertama kalinya ia ikuti, ia begitu menikmati disetiap rute yang ada sebagai waktu cuci mata.

“Soal target tentu ada harus berapa jam berapa menit tapi yang pasti sebagai pelari rekresional itu targetnya harus selamat, sehat dan gembira. Ini juga kali pertama saya lari di Solo jalurnya steril, rutenya menyenangkan, selain lari saya juga bisa jalan-jalan melihat ikon-ikon Kota Solo, jadi ini lari sambil piknik,” beber Mahar.

Keunikan lain datang dari kategori 5K terdapat pelari termuda asal Blitar yang berusia 8 tahun.

Bocah tersebut bernama Arkanantasangkara. Ia berhasil finish dengan catatan waktu 33 menit dan berhasil memperoleh nomor 4 pelari tercepat di kategori 5K.

“Sering ikut lari juga di Blitar kalau karena juga ikut komunitas lari jadi sudah terbiasa,” kata Arka saat ditemui MettaNEWS usai finish, Minggu (21/8/2022).

Tak disangka, Ketua Penyelenggara Surakatya Half Marathon mengapresiasi keikutsertaan Arka  dengan memberikan doorprize sepatu 91 Nineteen kepadanya. Hal ini menambah semangat Arka untuk serius menekuni hobinya dan berharap dapat menjadi pelari hebat dikemudian hari.