SOLO, MettaNEWS – Beberapa pedagang di Pasar Legi keluhkan kondisi pasar yang sepi dan parkir yang berbelit.
Salah satu pedagang di Pasar Legi, Tri Wahyuni mengatakan, menurutnya aturan parkir yang berlaku di pasar sekarang tidak ramah pengunjung.
Ia mengaku, hal tersebut membuat pengunjung mengurungkan niatnya untuk membeli di lapaknya, karena harus memutar untuk mendapatkan tempat parkir.
“Ya parkirnya jangan dipersulit, masak mau beli beras sekilo harus muter-muter parkirnya jadi yang harusnya beli sini tidak jadi karena kejauhan,” kata Tri, saat ditemui wartawan Minggu (18/9/22).
Tri mengatakan bahwa parkirnya untuk pengunjung terkesan rumit. Apalagi bagi mereka yang hanya membeli dalam jumlah kecil tidak memakai jasa kuli angkut.
Senada dengan hal tersebut, salah satu pedagang, Painah juga mengungkapkan hal yang sama. Mungkin minat pembeli itu juga dipengaruhi dengan sistem parkir yang ada.
“Ya bedanya kalau di pinggir jalan lewat langsung ambil. Kalau sekarang mungkin karena parkirnya kejauhan jadi kurang nyaman, itu mungkin buat pembeli jadi aras arasen (ogah ogahan),” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Angkutan dan Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Solo, Yulianto Nugroho mengatakan, bahwa tata kelola parkir yang ada di Pasar Legi sudah sesuai dengan kesepakatan yang ada antar elemen yang ada di sana.
“Intinya kita menertibkan pengunjung yang datang ke pasar Legi. Kalau pedagang pengennya ada yang datang depan toko biar tidak terlalu jauh. Tapi itu sudah diatur, saya kira juga tidak terlalu jauh karena sudah di dalam kompleks,” jelas Yulianto saat dikonfirmasi lewat telepon.
Menurut Yulianto pihaknya tidak menjauhkan pedagang dari pembeli. Ia mengatakan bahwa pengaturan tersebut agar kondisi pasar rapi tidak semrawut.
“Ya mengakomodas, saran kita tampung. Tetap tujuan kita mensejahterakan semuanya tidak mempersulit itu intinya. Cuma diatur sedemikian rupa, agar suasananya rapi, teratur, tidak berjubel,” pungkasnya.







