PDI Perjuangan Tutup Buku, Gibran Tanggapi Singkat

oleh
oleh
FX. Rudy temui Gibran bahas hasil Rakernas PDI-P (2/10/2023)| dok pribadi

SOLO, MettaNEWS – Bakal calon wakil presiden (Bacawapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka menanggapi singkat soal dirinya yang tidak lagi menjadi bagian dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDIP Surakarta FX. Hadi Rudyatmo menyampaikan DPC PDIP telah tutup buku untuk Gibran.

“Yaitu silakan dari Pak Rudy kalau menyampaikan seperti itu,” kata Gibran di Balai Kota Solo, Selasa (7/11/2023).

Namun, Gibran juga enggan menjawab soal pernyataan dirinya ‘dikuningkan’ Golkar. Putra sulung Presiden Jokowi ini tampak terburu-buru meninggalkan awak media menuju ruang rapat wali kota.

Berdasarkan agenda wali kota hari ini, Gibran menerima audiensi dari Pemuda Katolik.

Sebelumnya diberitakan, DPC PDIP Surakarta sudah tutup buku untuk Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Rudy juga mengatakan, sudah tidak mempersoalkan perihal Gibran mau mengembalikan KTA atau tidak.

Menurut Rudy karena partai lain sudah mencalonkan Gibran sebagai bacawapres mendampingi bacapres Prabowo Subianto secara etika sudah bukan bagian dari PDI Perjuangan lagi.

“Sudah tutup buku karena sudah mencalonkan (wakil presiden). Sudah tutup buka ya sekarang saatnya  kita fokus memenangkan Ganjar-Mahfud. Sudah titik,” tegas Rudy di Sunan Jogo Kali Pucang Sawit, Senin (6/11/2023) malam.

Masalah KTA Gibran yang belum kembali lanjut Rudy adalah masalah etika politik.

“Belum (mengembalikan KTA). Kalau mengembalikan kan ke saya. Kalau sekarang terserah mau kembalikan atau tidak. Itu etika kok,” kata Rudy.

Sebelumnya, FX. Rudy sempat mengirim surat pada Wali Kota Solo terkait KTA ini.

“Suratnya bunyinya jelas kok. Untuk  menghilangkan isu supaya bu Mega tidak dianggap bermain di dua kaki, pak Jokowi tidak dianggap bermain di dua kaki. Maka saya hanya menyarankan. Menyarankan. Nek namanya menyarankan tidak ada batas waktunya nho,” bebernya.

Rudy kembali menekankan Gibran bukan lagi anggota PDI Perjuangan.

“Ada atau tidak ada KTA artinya jelas beliau sudah bukan anggota PDI Perjuangan. Otomatis karena pindah partai,” tandasnya.