SOLO, Metta NEWS – Jika melewati Sasono Krida Warga Mangkubumen, pastinya sudah tidak asing lagi dengan pemandangan stand kuliner yang selalu ramai pengunjung.
Tidak hanya digelar di waktu weekdays saja, tempat ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat weekend. Saat weekend tempat ini akan buka lebih pagi untuk menggelar Pasar Jadul Mpok Sinah Klamben yang dibuka mulai pukul 07.00 WIB.
Menyuguhkan ragam jajanan dan barang-barang tempo dulu, kali ini Pasar Jadul bakal jadi agenda nostalgia di hari Minggu, (27/3). Tidak hanya itu, tempat ini juga menyuguhkan hiburan berupa tari, musik dan akustik yang menarik.

Ketua Penyelenggara Pasar Jadul, Ahmad Musa menjelaskan Pasar Jadul ini merupakan pengembangan komunitas Usaha Kelompok Kecil Menengah Kelurahan Mangkubumen atau disingkat Mpok Sinah Klamben. Mendapat respon positif masyarakat, maka event ini terus digelar setiap malam hari.
“Khusus untuk minggu ketiga dan keempat kita adakan program Pasar Jadul. Jadi semua yang ada disini adalah bentuk pemberdayaan masyarakat untuk bisa berjualan produk-produk yang jadul atau tempo dulu dimana semua pedagang berasal dari Kelurahan Mangkubumen,” tutur Ahmad saat ditemui seusai Pasar Jadul digelar, Minggu (27/3/2022).

Menyambut bulan suci Ramadan, Ahmad menyebut akan mengalihkan waktu pelaksanaan dari siang hari menjadi sore hari. Sebanyak 25 pedagang stand kuliner akan ditambah sajian takjil untuk berbuka puasa. Direncanakan jam operasional akan dimulai pukul 15.00 WIB hingga waktu berbuka puasa dimulai.
Tetap diisi beberapa penampilan dari mahasiswa ISI Surakarta dan Sanggar di Sasono Krida Warga Mangkubumen, Ahmad menyebut pada bulan Ramadan akan diisi dengan musik akustik dan tarian.
Sementara itu, Lurah Mangkubumen, Siti Rohaya menambahkan Sasono Krida Warga mendukung adanya kegiatan sentra kuliner malam. Dalam sajian kuliner yang dijajakan merupakan makanan segar dari warga RW 1 sampai RW 14 Mangkubumen.
“Tidak hanya jajanan saja yang dijual disini, melainkan hidangan berat seperti tengkleng, lontong opor, gudeg sambel goreng, pecel ndeso dan makanan khas Solo lainnya,” tutur Siti.

Pada bulan Ramadan nanti, pihaknya menuturkan semua pedagang siap berjualan untuk menyambut animo masyarakat yang membutuhkan kuliner berbuka puasa. Siti mengungkapkan, pada gelaran kuliner malam hari akan kembali dibuka setelah shalat tarawih.
“Nanti setelah waktu tarawih kita tetap adakan kulineran ini. Kemungkinan beberapa pedagang akan melaksanakan ibadah Ramadan terlebih dahulu, setelahnya bakal rame lagi,” tambahnya.
Siti mengungkapkan, berkoordinasi dengan ketua Mpok Sinah Klamben, pihaknya akan melakukan inovasi saat bulan Ramadan seperti mengadakan kuliner sahur.
“Kita koordinasikan dulu dengan Mpok Sinah Klamben, baik pedagangnya maupun penyelenggara. Apakah bersedia nanti menggelar kuliner saat sahur. Sebuah inovasi sepatutnya kita kondisikan dahulu,” pungkasnya.










