Panpel Manahan Siapkan Alkohol Meter, Antisipasi Suporter Mabuk dan Pakai Obat Terlarang 

oleh
Alkohol Meter Suporter
Alat screening masuk stadion dan alkohol meter | Dok: Panpel Manahan

SOLO, MettaNEWS – Panitia Penyelenggara (Panpel) Liga 1 Stadion Manahan akan menambah beberapa perlengkapan screening termasuk Alkohol Meter untuk mengantisipasi adanya Suporter yang mabuk atau memakai obat-obatan terlarang ke dalam stadion.

Ketua Panpel Stadion Manahan, Ginda Ferachtriawan mengatakan penambahan tersebut berkaca dari kasus pengeroyokan antar suporter yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Terutama peralatan untuk screening masuk stadion. Seperti metal detector disemua gate masuk. Sedang kita coba apakah bisa mendeteksi korek atau tidak. Kalau bisa potensi barnag logam masuk akan semakin sempit,” tutur Ginda (10/7/2023).

Terkait Alkohol Meter untuk para Suporter Ginda mengungkapkan cara kerja alat ini adalah dengan meniupnya, kemudian bisa mengetahui kadar alkohol dalam tubuh. Ginda mengatakan sementara ada tiga alat yang sudah ada.

“Tidak semua yang kita cek menggunakan Alkohol meter. Hanya yang kita curigai. Apakah nanti akan dikumpulkan dulu di satu titik atau tes di tempat masih akan kita bahas teknisnya. Yang jelas apabila ada yang terdeteksi terpengaruh Miras, maka kita larang masuk. Itu sudah atas kesepakatan bersama,” jelas Ginda.

Lebih lanjut Ginda mengungkapkan ke depan zebo atau penutup muka akan terlarang untuk masuk ke dalam stadion.

“Karena banyak sekali unsur suporter yang menggunakan itu ketika masuk. Akan kita larang. Semua wajah harus terlihat supaya kelihatan apakah dia terpengaruh Miras atau obat terlarang,” jelas Ginda.

Lebih lanjut, pasca kejadian kemarin, ada beberapa revisi yang terjadi , namun masih tetap mengacu pada Peraturan Polri (Perpol) No. 10 Tahun 2022 tentang pengamanan penyelenggaraan kompetisi olahraga.

“Petugas kepolisian bisa ikut melakukan pengecekan bersama Steward kita, namun tidak boleh membawa senpi atau peralatan lain. Kemudian petugas juga boleh masuk ke area ring dua stadion untuk melakukan pengawasan langsung. Untuk masuk ke ring satu tetap harus pada permintaan Panpel dan SSO, namun tak perlu permohonan tertulis. Lisan bisa untuk bisa segera melakukan tindakan apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Ginda.