Pameran “Super YPAC” Tutup Program Mahasiswa Berdampak ISI Solo, Tampilkan Kreativitas Siswa Berkebutuhan Khusus

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menutup rangkaian Program Mahasiswa Berdampak di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Kota Surakarta melalui pameran bertajuk “Super YPAC”. Pameran yang digelar pada Kamis (16/7/2026) di Aula YPAC Kota Surakarta, Jalan Slamet Riyadi, menjadi ajang apresiasi atas kreativitas dan perkembangan keterampilan siswa berkebutuhan khusus selama mengikuti program pendampingan.

Berlangsung mulai pukul 08.00 WIB, pameran menampilkan beragam karya seni hasil kreasi siswa YPAC, mulai dari karya batik hingga hasil pembelajaran seni dan berbagai aktivitas pengembangan kreativitas lainnya. Seluruh karya tersebut menjadi bukti kemampuan, semangat belajar, serta potensi yang dimiliki para siswa setelah mendapatkan pendampingan dari mahasiswa ISI Surakarta.

Melalui pameran tersebut, masyarakat diajak melihat secara langsung bagaimana seni dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan anak-anak berkebutuhan khusus. Selain menghasilkan karya, para siswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keberanian untuk menampilkan hasil kreativitas mereka kepada publik.

Ketua Yayasan YPAC Kota Surakarta bersama Kepala Sekolah YPAC memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak yang dinilai membawa manfaat nyata bagi peserta didik.

Menurut mereka, pendekatan pembelajaran seni yang diterapkan mahasiswa ISI Surakarta mampu menciptakan suasana belajar yang inklusif, kreatif, sekaligus memberdayakan. Program tersebut tidak hanya memperkaya keterampilan berkesenian siswa, tetapi juga membantu meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian, serta memberikan ruang berekspresi yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Ketua Pelaksana Program Mahasiswa Berdampak, Sultan, mengatakan program tersebut juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa yang terlibat secara langsung dalam proses pendampingan.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami praktik pendidikan inklusif. Mereka belajar bagaimana seni dapat menjadi media pembelajaran yang mampu menjangkau semua kalangan tanpa terkecuali. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif di masa depan,” paparnya.

Ia menjelaskan, tema “Super YPAC” dipilih untuk menggambarkan semangat luar biasa yang ditunjukkan para siswa dalam belajar, berkarya, dan terus mengembangkan potensi diri. Semangat tersebut menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya yang bernilai.

Program Mahasiswa Berdampak juga menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lembaga pendidikan khusus dalam menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Di satu sisi, siswa YPAC memperoleh pendampingan dan pengalaman belajar yang lebih variatif, sementara mahasiswa mendapatkan kesempatan menerapkan ilmu yang dipelajari secara langsung di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, ISI Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian yang berdampak.

Pameran “Super YPAC” diharapkan menjadi inspirasi bagi berbagai institusi pendidikan, komunitas, maupun masyarakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan seni yang terbuka bagi semua kalangan, setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya.