Ornamen Buddha Tidur, Stupa hingga Candi Warnai Perayaan Waisak di Balai Kota Solo 

oleh
Waisak
Ornamen patung Buddha Tidur, 5 murid Bikhu dan replika candi terpasang di Plaza Balai Kota Solo, Senin (29/5/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Ratusan ornamen perayaan Hari Suci Waisak 2567 BE memadati kawasan Pasar Gede hingga Balai Kota Solo, Senin (29/5/2023). 

Pantaun MettaNEWS, puluhan lampion terpasang di Pasar Gede Solo dan juga di dua pohon beringin Plaza Balai Kota Solo. Di tengahnya terpasang patung Buddha Tidur sepanjang 3 meter lengkap dengan 5 murid sang Buddha.

Sedangkan penjor berhiaskan bendera warna warni, replika stupa dan candi terpasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran Gladag. Lengkap dengan satu buah replika candi raksasa.

Buddha
Ornamen perayaan Hari Suci Waisak 2567 BE berupa penjor, replika stupa dan candi terpasang di Jalan Jenderal Sudirman hingga Gladag Solo, Senin (29/5/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Ornamen umat Buddha ini bakal terpasang selama kurang lebih satu bulan lamanya. Terhitung sejak 29 Mei hingga 24 Juni 2023. Sedangkan Hari Suci Waisak 2567 BE akan jatuh pada Minggu 4 Juni 2023.

Dan akan menyala pada Senin (29/5/2023) malam ini.

Ketua Panitia Waisak Bersama Kota Solo, Metasiri Sutrisno mengatakan ada berbagai kegiatan dalam perayaan umat Buddha kali ini.

Pada 4 Juni, terdapat berbagai pentas seni, drama ketoprak, tarian, paduan suara dan wayang kulit di Balai Kota Solo.

Lanjut pada 10 Juni, acara berlanjut ke tradisi Pindapata yakni para umat menyedekahkan makanan dan minuman kepada biksu yang berjalan dari Jalan Jenderal Sudirman hingga halaman Balai Kota Solo.

Adapula festival anak, lomba story telling, lomba mewarnai dan lomba daur ulang produk.
Yang rencananya istri Wali Kota Solo, Selvi Ananda Gibran dan Jan Ethes Srinarendra akan turut serta dalam kegiatan tersebut.

“Kita mencoba mengundang ibu wali kota bersama putra beliau. Biar menyapa anak-anak Jawa Tengah dan se-DIY. Ada lomba story telling lomba mewarnai daur ulang produk,” terangnya.

Puncak perayaan Waisak di Kota Solo akan jatuh pada Minggu 18 Juni 2023.

“Nanti ada perayaan Waisak sama umat Budha Solo kurang lebih 1.000 umat Budha yang hadir. Kita juga berharap nanti mas wali (Gibran) bisa datang ke acara situ,” terangnya.

Sutrisno berharap perayaan Hari Suci Waisak memperkokoh moral dan membangun kedamian bangsa.