Oktober Ini, Kemenhub Raih Terbaik Pertama Anugerah Layanan Investasi 2022

oleh

JAKARTA, MettaNEWS – Kementerian Perhubungan berhasil meraih peringkat terbaik pertama dalam Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2022 yang diselenggarakan Kementerian Investasi/BKPM di Jakarta, Rabu (12/10).

Penghargaan ini berdasar hasil penilaian terhadap kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dalam upaya percepatan pelaksanaan berusaha (PPB) bagi pelaku usaha nasional maupun asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, investasi dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah situasi global yang saat ini penuh ketidakpastian.

“Mulai dari adanya pandemi Covid-19, situasi geopolitik yang memanas saat perang Rusia-Ukraina dan sejumlah krisis yang terjadi baik pangan, energi, serta keuangan, yang menyebabkan ketidakstabilan harga dan memicu inflasi,” kata Wapres, seperti dikutip dalam website resmi kemenhub.go.id.

Untuk itu, Wapres meminta kepada para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah untuk segera menuntaskan berbagai masalah kelembagaan dan regulasi yang menghambat investasi. Agar investasi dapat dinikmati seluruh wilayah demj mencapai kemakmuran bersama.

“Selamat kepada para pemenang penghargaan. Semoga bisa menjadi inspirasi serta acuan K/L dan pemda lain untuk lekas berbenah memberikan layanan investasi yang terbaik,” tutup Wapres.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi  menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yakni: Presiden dan Wapres yang telah memberikan arahan dan dorongan, serta kepada Menteri Investasi yang konsisten dalam upaya mendorong kemudahan berinvestasi di Indonesia.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kemenhub yang telah mengubah pola pikir sehingga perizinan menjadi lebih cepat dan memberi kepastian bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi,” tutur Menhub.

Lebih lanjut Menhub menyebut, iklim investasi di Indonesia saat ini semakin membaik. Hal ini ditandai dengan banyaknya negara-negara yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia. Meskipun keterbatasan fiskal APBN tengah melanda.

Kendati demikian, Kemenhub terus mengoptimalkan pendanaan kreatif non-APBN dengan mengajak pelaku usaha nasional maupun asing berinvestasi membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi.

“Dengan partisipasi swasta untuk ikut membangun, dana APBN yang ada dapat digunakan untuk membangun infrastruktur transportasi di daerah-daerah yang lebih kecil, yang lebih membutuhkan,” ujarnya.

Dikatakannya, Kemenhub berkomitmen menyukseskan kemudahan perizinan tanpa meninggalkan risiko terkait aspek keselamatan transportasi.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan pelayanan perizinan di lingkungan Kemenhub. Salah satunya dengan Online Single Submission (OSS). Yakni integrasi layanan perizinan yang ada di masing-masing unit kerja.

Tercatat ada 7 (tujuh) sistem aplikasi perizinan yang telah terintegrasi dengan sistem OSS, diantaranya aplikasi Sistem Perizinan Online Angkutan Darat dan Multimoda (SPIONAM), Aplikasi Informasi dan Registrasi Angkutan Sungai Danau Dan Penyeberangan (Air-SDP).

Selanjutnya ada Angkutan Sewa Khusus (ASK) Online, Sistem Informasi Manajemen Lalu Lintas Angkutan Laut (SIMLALA), E-Licensing, Sistem Perizinan Terpadu Angkutan Udara (SIPTAU), dan Izin Sarana KA Umum juga masuk sebagai sistem aplikasi perizinan terintegrasi.

Sementara, satu aplikasi yang masih dalam proses integrasi yaitu aplikasi Sistem Elektronik Perhubungan Laut Terintegrasi (SEHATI).

Kegiatan penilaian ALI 2022 diselenggarakan selama bulan Juli hingga September 2022, dengan melibatkan 18 kementerian/lembaga, serta 542 pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota.

Penilaian dilakukan oleh tim independen yang melibatkan kementerian dan sejumlah lembaga yakni Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Kemenhub menjadi salah satu instansi pemerintah pusat yang terpilih untuk dilakukan uji petik penilaian kinerja PPB oleh tim penilai. Dalam uji petik ini juga akan dilakukan wawancara dengan para pelaku usaha di sektor transportasi yang merasakan langsung pengalaman mengurus perizinan.