OJK Luncurkan Buku Perdagangan Karbon, Dorong Sektor Keuangan Capai Target Net Zero Emission 2060

oleh
oleh
OJK luncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan" | MettaNEWS / dok OJK

JAKARTA, MettaNEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan buku berjudul “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” pada Selasa (15/7/2025) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Peluncuran ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon.

Peluncuran buku dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman, serta Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Samsul Hidayat.

Dalam sambutannya, Mahendra menegaskan bahwa perdagangan karbon merupakan solusi nyata dan kolaboratif dalam menghadapi krisis iklim. Buku ini, menurut Mahendra, menjabarkan prinsip dasar, regulasi, mekanisme perdagangan karbon, serta potensi dan tantangan yang dihadapi sektor jasa keuangan dalam membangun ekosistem pasar karbon yang kredibel.

“Dibutuhkan sistem tata kelola yang kuat, pengawasan yang efektif, dan peran aktif semua pihak untuk menjaga integritas pasar karbon dari potensi fraud, greenwashing, dan misstatement,” tegas Mahendra.

Ia berharap buku ini menjadi rujukan penting bagi industri jasa keuangan, akademisi, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada 2060 atau lebih cepat.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengapresiasi langkah OJK dan Kementerian Lingkungan Hidup atas kolaborasi dan dukungan dalam membangun pasar karbon. Ia menilai peluncuran buku ini sebagai manifestasi komitmen OJK terhadap keberlanjutan dan integritas pasar karbon nasional.

Perkembangan perdagangan karbon di Indonesia juga menunjukkan tren positif. Hingga 14 Juli 2025, tercatat:

  • Volume transaksi mencapai 1,59 juta ton CO2e senilai Rp78 miliar

  • Harga per unit karbon berkisar antara Rp58.800 – Rp61.000

  • Jumlah proyek tercatat 8 proyek, termasuk dari PT Pertamina Power Indonesia, PTPN IV, dan PLN Grup

  • Jumlah retirement mencapai 980.475 ton CO2e

  • Pengguna jasa meningkat dari 16 menjadi 113 pengguna

Sebagai tindak lanjut dari amanat UU PPSK, OJK telah menerbitkan POJK 14/2023 dan SEOJK 12/2023, serta meluncurkan Bursa Karbon Indonesia pada September 2023. Sejak Januari 2025, Indonesia telah membuka akses perdagangan karbon internasional.

IDX Carbon bahkan meraih penghargaan Best Official Carbon Exchange in an Emerging Market dalam ajang Carbon Positive Award 2025 yang diselenggarakan oleh Green Cross UK, sebagai pengakuan atas kredibilitas pasar karbon Indonesia di mata dunia.

Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, OJK optimistis ekosistem pasar karbon akan terus tumbuh sebagai pilar penting dalam mendukung Nationally Determined Contribution (NDC) dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.