MUI Jateng Dikukuhkan 2026-2031, Ahmad Luthfi Dorong Ulama Jaga Harmoni dan Gerakkan Ekonomi Umat

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah didorong memperkuat perannya sebagai penjaga harmoni umat sekaligus mengambil bagian dalam menjawab persoalan sosial, menjaga stabilitas daerah, dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menempatkan MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan dalam suasana aman, guyub, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi seusai menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2026-2031 di Gradhika Bhakti Praja, Senin (26/8/2026).

Menurut Luthfi, pergantian kepengurusan MUI bukan sekadar perubahan personel organisasi. Momentum tersebut harus menjadi penanda keberlanjutan pengabdian ulama sekaligus memperkuat persatuan umat di tengah tantangan masyarakat yang semakin kompleks.

“MUI adalah partner collaborative government dalam rangka menjadi cooling system permasalahan-permasalahan di wilayah kita, sehingga tercipta situasi aman sebagai syarat kesejahteraan masyarakat,” kata Luthfi.

Ahmad Luthfi Tekankan Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

Luthfi menegaskan pemerintah tidak mungkin membangun Jawa Tengah seorang diri. Menurutnya, pembangunan membutuhkan kolaborasi berbagai elemen, mulai dari organisasi kemasyarakatan, ulama, perguruan tinggi, pelaku ekonomi, dunia usaha, hingga media.

Karena itu, ia mengapresiasi MUI Jawa Tengah yang telah membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, Masyarakat Ekonomi Syariah, Bank Jateng Syariah, dan media massa.

“Aspek persatuan ini yang harus dikedepankan. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang terjalin itu menjadi bagian integral dan kebanggaan bersama dalam membangun wilayah,” ujarnya.

Bagi Luthfi, peran MUI semakin strategis ketika pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi. Ketenteraman sosial, kerukunan, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan.

MUI diharapkan dapat menjadi ruang dialog sekaligus penguat harmoni ketika muncul berbagai persoalan di tengah masyarakat.

MUI Pusat Dorong Sinergi Ulama dan Umaro

Ketua Umum MUI Pusat M Anwar Iskandar mengatakan MUI memiliki dua peran utama, yakni sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah.

Menurut Anwar, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Persoalan ekonomi, stabilitas sosial, hingga kesejahteraan masyarakat membutuhkan kerja bersama antara ulama dan pemerintah.

Dalam situasi tersebut, sinergi ulama dan umaro dinilai menjadi kekuatan penting untuk menjaga persatuan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Bagaimana mewujudkan sinergitas bersama untuk menjaga NKRI dengan baik, menyejahterakan masyarakat, dan menjaga agama supaya baik. Hubungan ini tercermin baik di Jawa Tengah,” katanya.

Selain memperkuat sinergi, Anwar juga mendorong MUI Jawa Tengah dan lingkungan pondok pesantren meningkatkan kaderisasi ulama perempuan.

Menurut dia, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak ulama perempuan yang nantinya dapat berkiprah dalam organisasi maupun kehidupan keumatan.

“Kami menantikan lebih banyak ulama perempuan lahir di Jawa Tengah dan ikut berkiprah di Majelis Ulama,” ujarnya.

MUI Jateng Fokus Bangkitkan Ekonomi Umat

Sementara itu, Ketua Umum MUI Jawa Tengah Noor Achmad menegaskan kepengurusan periode 2026-2031 akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus dilakukan, termasuk melalui program pemberdayaan ekonomi umat dan penguatan syiar keagamaan.

Noor mengatakan salah satu fokus yang akan diperkuat adalah mendorong potensi ekonomi umat agar berkembang dan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Kami mencoba untuk bersama Gubernur, bagaimana membangkitkan ekonomi umat terutama ekonomi masyarakat Islam. Sudah ada kerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah, rektor, dan media massa,” kata Noor.

Menurutnya, pengembangan ekonomi umat membutuhkan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, MUI Jateng akan terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat potensi ekonomi masyarakat.

MUI Jateng Diharapkan Jadi Penggerak Kesejahteraan

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru periode 2026-2031, MUI Jawa Tengah diharapkan tidak berhenti pada fungsi keagamaan.

MUI juga didorong hadir sebagai jembatan antara kepentingan umat, pemerintah, dunia pendidikan, sektor ekonomi, dan masyarakat luas.

Kolaborasi tersebut menjadi penting agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya berhenti di ruang dakwah, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kekuatan sosial untuk menjaga persatuan, meredam persoalan di tengah masyarakat, dan mendorong kesejahteraan.

Semangat tersebut sejalan dengan harapan Pemprov Jateng agar ulama dan pemerintah terus berjalan bersama dalam menciptakan Jawa Tengah yang aman, guyub, harmonis, serta memiliki ketahanan ekonomi masyarakat yang semakin kuat.