Meski Solo Sudah Level 1, Komorbid Tetap Berbahaya bagi Covid

oleh
oleh
Vaksin door to door di Solo
Ilustrasi-Tenaga kesehatan dari Puskesmas Purwosari didampingi tim satgas gabungan penanggulangan Covid-19 datangi rumah warga yang belum divaksin, Rabu (10/11) | Foto : Metta NEWS - Puspita

O   SOLO, MettaNEWS – Meski angka paparan covid di Solo menurun jauh dan secara individu Solo masuk pada level 1 namun secara aglomerasi tetap pada level 2. Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Teguh Prakosa usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Manganti Praja Balaikota Solo, Senin (6/6/2022). 

“Tidak ada perubahan. Kondisi Solo pada level sama. Pekan ini Solo dan Sragen level 1, pekan kemarin Solo dan Boyolali yang level 1. Tapi karena aglomerasi kita semua tetap level 2,” tandas Wawali Teguh. 

Dengan posisi level yang sama Teguh menyebut tidak ada perubahan dalam isi Surat Edaran selanjutnya. 

“Tidak ada perubahan aturan. Masih tetap 75 persen kegiatan di ruang terbuka dan tertutup. Kebijakan memakai masker tetap sama,” ujarnya.

Teguh menjabarkan, kasus covid di Solo hanya tinggal 5 pasien dengan rincian 2 di rumah sakit dan 3 isolasi mandiri. 

“Minggu lalu ada yang meninggal karena covid dan punya komorbid gula dan darah tinggi, usianya sekitar 50 tahun,” ungkap Teguh.

Wawali mengatakan meskipun angka covid di Solo sudah sangat rendah namun dengan pemberlakuan aglomerasi setiap daerah tidak bisa berjalan sendiri.

“Kita tetap ikut aturan pusat, termasuk menerapkan ruang terbuka boleh buka masker. Namun ga ada salahnya juga kan tetap bermasker. Banyak yang sudah terbiasa pakai masker jadi ya tidak lepas masker. Itu bagus,” tandasnya.

Selain tetap berada pada level 2 secara aglomerasi, Teguh mengingatkan pada warga untuk tetap melakukan vaksin booster.

“Sekali lagi ini bukan perlombaan ya, tapi Solo tertinggi di Jateng, saat ini posisi vaksin booster sudah 58 persen. Sepanjang belum ditarik status pandeminya ya kita tetap gencarkan vaksin booster,” pungkas Wawali.