Merinding! Stadion Mandala Krida Dipenuhi Ribuan Lilin, Doa untuk Suporter Arema FC 

oleh
Bola
Ribuan suporter sepak bola padati Stadion Mandala Krida Yogyakarta untuk doa bersama korban Tragedi Kanjuruhan, Selasa (4/20/2022) | Dok Twitter @BM_Jamster

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Stadion Mandala Krida Yogyakarta menyala dalam semalam. Ribuan suporter dari berbagai klub sepak bola Indonesia itu membawa lilin sembari berdoa bersama Selasa (4/10/2022) malam untuk suporter Arema FC yang tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Malang.

Ada berbagai suporter yang ikut dalam aksi solidaritas itu diantaranya Persis Solo, PSIM, PSS Sleman, Persebaya, Arema FC, Persib dan PSIS Semarang. Selain doa bersama mereka juga menggelar salat gaib untuk ratusan korban yang tewas di Stadion Kanjuruhan.

Salah satu pentolan suporter Persis Solo, Pasoepati, Maryadi Gondrong menjadi saksi bertemunya ribuan suporter dari berbagai penjuru. Gondrong menyebut aksi solidaritas berjalan  aman. 

“Aman ya kita kan datangi undangan doa bersama, terus salat gaib. Undangan suporter Yogya Brajamusti sama Maident bagi saya luar biasa, kita gak nyangka juga. Tapi, niat yang baik harus kita balas dengan niat yang baik juga, mereka mengundang kita, ya kita hadir,” kata Presiden Pasoepati, Gondrong, Rabu (5/10/2022).

Aksi solidaritas yang juga jadi perdamaian dengan berbagai elemen suporter khususnya Persis Solo dengan PSIM dan PSS Sleman itu dinilainya sebagai langkah yang baik.

“Untuk kedepan, derby mungkin dengan PSIM belum bisa terlaksana ya, kalau lolos liga satu kan bisa Derbi, kalau Sleman dengan Persis kan sudah,” katanya.

Baginya rivalitas sepak bola hanya terjadi di lapangan hijau. Jika di luar itu Gondrong menyebut semua suporter dapat tetap berhubungan baik

“Solo dan Sleman sudah dipertemukan dan tanding itu hanya 90 menit pada saat di lapangan suporter hanya nyanyi-nyanyi aja. Kalau di luar berteman semua,” terangnya.

Ia berharap aksi solidaritas ini jadi momentum perdamaian antara suporter Persis Solo dan PSIM Yogyakarta. Yang mana hubungan keduanya kerap tidak baik.

“Harapan ini juga seandainya nanti kita satu stadion, satu tribun sama suporter PSIM kita berkeinginan bahwa rivalitas itu hanya 90 menit. Di luar ya memang sahabat, konco suporter,” tukasnya.