Presiden Pasoepati Berharap Suporter Solo-Yogya Ikut Pasang Banner Mataram is Love

oleh
Bola
Papan reklame Mataram is Love (kanan) dan spanduk aksi solidaritas “Duka Malang Duka Kita Semua (kiri) terpasang di Stadion Manahan Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menanggapi adanya banner Mataram is Love yang terpasang di depan Stadion Manahan Solo, Presiden Pasoepati Maryadi Gondrong menyambutnya sebagai simbol perdamaian. 

Banner itu ia ketahui sudah terpasang sejak Selasa (4/10/2022) malam. Ketika ia dan ratusan suporter Persis Solo pergi ke Stadion Mandala Krida Yogyakarta untuk memenuhi undangan suporter PSIM doa bersama dan salat gaib untuk ratusan jiwa suporter Arema FC yang melayang dalam Tragedi Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).

“Itu (banner) terpasang kemarin malam, waktu kita mau berangkat belum ada. Menarik itu,” kata Gondrong via telepon, Rabu (5/10/2022).

Tidak hanya banner, Mataram is Love kini jadi tagline yang melambung sejak adanya aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Stadion Manahan pada Minggu (2/10) malam.

“Gambarnya sudah terpampang di mana-mana. Kayaknya sih ini dari panpel (panitia penyelenggara) mungkin dari Mas Gibran maupun official Persis Solo,” terangnya.

Gondrong berharap dengan adanya banner Mataram is Love dapat jadi barometer paseduluran suporter yang lain.

“Kita senang, mungkin nanti bisa ditiru teman-teman suporter yang lain. Ayo pasang di mana,” katanya.

Sementara itu, Dirigen Pasoepati, Agos Warsoep merasa senang saat mengetahui banner besar bergambar 3 logo tim sepak bola, PSIM, Persis Solo dan PSS Sleman berjajar dengan hastag Mataram is Love berdiri kokoh di Stadion Manahan Solo.

Agos meluapkan kegembiraannya lewat cuitan yang ia buat di akun Twitter miliknya, @agoswarsoep, Rabu (5/10) pagi. Ia juga nampak berfoto di depan banner sembari membentuk hati. 

Matur nuwun sanget mas @gibran_tweet @PEMKOT_SOLO mas @ginda8G dan semua pihak yg support #MataramIsLove 

🙏🏼🙏🏼

Ditunggu mural nya njih..

Tasih gadah stok cat katah kan?

💙❤️💚

#UsutTuntasTragediKanjuruhan