SOLO, MettaNEWS – Kota Solo kembali menghadirkan inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata melalui Festival Jawa-Jawi yang digelar di Dalem Joyokusuman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat konsep wisata berbasis budaya dan kesehatan atau wellness tourism.
Festival tersebut menampilkan beragam potensi Jawa Wellness, mulai dari layanan spa tradisional, kuliner sehat berbasis herbal, pembacaan primbon Jawa, hingga kartu tarot. Pengunjung juga diajak menikmati instalasi seni yang memanfaatkan suasana dan ornamen bangunan cagar budaya Dalem Joyokusuman sebagai ruang refleksi diri.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan optimisme bahwa pengembangan konsep Jawa Wellness dapat menjadi arah baru pariwisata Kota Solo menuju Wellness City 2030.
“Kami ingin memperkenalkan branding kota yang baru. Kita mempunyai visi besar, kita canangkan pada 2030 Kota Solo menjadi Wellness City,” ujar Respati.
Ia menjelaskan, konsep tersebut sebelumnya telah dipresentasikan dalam World Cities Summit di Singapura, di mana Kota Solo berdialog dengan sejumlah kota dunia seperti Heidelberg (Jerman) dan beberapa kota di Australia yang memiliki kesamaan karakter pengembangan wisata berkelanjutan.
Dalam forum itu, Solo dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kota wisata yang menekankan ketenangan dan pengalaman relaksasi, bukan sebagai kota metropolitan dengan gedung pencakar langit.
“Solo bukan diarahkan menjadi kota skyscraper. Solo adalah kota wisata untuk menikmati dan melepaskan kepenatan, menghadirkan ketenangan sebagai healing city,” tuturnya.
Respati menambahkan, Pemkot Surakarta akan terus mengembangkan sektor pariwisata melalui berbagai agenda, termasuk SUARAGA yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem Jawa Wellness. Menurutnya, sektor ini tidak hanya berdampak pada pariwisata, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru dan lapangan kerja.
Ia mencontohkan, industri spa dan layanan wellness di Solo saat ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan tingginya permintaan layanan hingga daftar tunggu mencapai satu minggu.
“Ini menunjukkan sektor ini tumbuh cepat dan bisa menjadi motor ekonomi pada 2030,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot Surakarta juga berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan Dalem Joyokusuman sebagai bangunan cagar budaya. Kawasan tersebut akan dijadikan ruang kegiatan Jawa Wellness tanpa menghilangkan nilai sejarah dan karakter aslinya.
Respati juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha untuk mempromosikan dan menghidupkan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan kreatif dan wellness tourism di Kota Solo.
“Kami mengajak pelaku usaha untuk bekerja sama tanpa mengubah esensinya. Ke depan, tempat ini akan menjadi ruang berbagai kegiatan Jawa Wellness,” pungkasnya.








