Gubernur Ahmad Luthfi Targetkan Kemantapan Jalan Jateng Tuntas pada 2026, Infrastruktur Digenjot untuk Dongkrak Ekonomi

oleh
oleh

TEGAL, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh ruas jalan provinsi dalam kondisi mantap pada 2026. Target tersebut menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pada 2025 tingkat kemantapan jalan provinsi telah mencapai 94 persen dan menempatkan Jawa Tengah pada peringkat kedua nasional. Namun, sejumlah ruas jalan di beberapa daerah mengalami penurunan kualitas sehingga perlu segera ditangani.

Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Rembug Pembangunan di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin (22/6/2026), yang diikuti kepala daerah wilayah pengembangan Bregasmalang dan Petanglong.

“Kita lakukan review dan ini hasilnya, yang harus kita lakukan di seluruh kabupaten dan kota,” tandas Luthfi.

Berdasarkan hasil evaluasi, Kabupaten Brebes mengalami penurunan kemantapan jalan sepanjang 18 kilometer atau sekitar 12 persen. Kabupaten Pemalang turun 14 kilometer atau 15 persen, Kabupaten Pekalongan turun 8 kilometer atau 8 persen, Kabupaten Batang turun 4 kilometer atau 6 persen, serta Kabupaten Tegal turun 3 kilometer atau 9 persen.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan peningkatan jalan di sejumlah wilayah.

Kabupaten Brebes memperoleh anggaran pemeliharaan rutin sebesar Rp9,345 miliar untuk ruas jalan sepanjang 143 kilometer. Selain itu, disiapkan anggaran peningkatan jalan sebesar Rp14,23 miliar untuk ruas Bumiayu–Salem dan Sirampog–Bumiayu sepanjang 1,8 kilometer.

Brebes juga mendapatkan tambahan anggaran rehabilitasi jalan sebesar Rp9,39 miliar untuk penanganan ruas Kersana–Bandungsari, Bandungsari–Pananggapan, dan Bandungsari–Salem dengan total panjang empat kilometer.

Sementara Kabupaten Pemalang memperoleh alokasi pemeliharaan rutin sebesar Rp6,1 miliar. Kabupaten Pekalongan mendapatkan anggaran pemeliharaan rutin Rp5,67 miliar dan peningkatan jalan Rp5,27 miliar untuk ruas Wiradesa–Kajen sepanjang satu kilometer.

Adapun Kabupaten Batang menerima alokasi anggaran sebesar Rp5,06 miliar untuk penanganan ruas jalan sepanjang 76,99 kilometer.

Menurut Luthfi, pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Jalan yang baik akan memperlancar distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Selain mendukung aktivitas ekonomi, kemantapan jalan juga penting karena Jawa Tengah menjadi salah satu jalur utama perlintasan pemudik setiap tahun. Kondisi jalan yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Harapannya persoalan jalan dapat dituntaskan sehingga kemantapan jalan bisa tercapai sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah untuk memperkuat keterbukaan informasi terkait proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan.

Kepala DPUPR Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan seluruh alokasi anggaran untuk ruas jalan provinsi telah dipetakan sesuai kebutuhan penanganan di masing-masing wilayah.

“Secara keseluruhan untuk alokasi ruas jalan sudah kita plotting,” ujar Henggar.

Luthfi menegaskan masyarakat perlu mengetahui secara terbuka lokasi jalan yang diperbaiki, proses pengadaan, hingga progres pengerjaannya. Transparansi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan publik sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai target.

Dengan percepatan perbaikan jalan di berbagai daerah, Pemprov Jawa Tengah optimistis target kemantapan jalan 100 persen pada 2026 dapat tercapai dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.