Mengenal Tradisi Jawa Udik-udik dan Tumplak Punjen di Pernikahan Kaesang-Erina

Kaesang
Kanan prewedding Kaesang dan Erina kiri tumplak punjen | Dok Maftuh Motret

SOLO, MettaNEWS – Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono pada Minggu 11 Desember 2022 di Solo akan menggunakan serangkaian adat Jawa. Salah satunya ngunduh mantu. Dalam ngunduh mantu ini terdapat serangkaian prosesi yakni sungkeman, udik-udik dan tumplak punjen.

Mengutip buku Upacara Penganten, Tata Cara Kejawen oleh Danang Sutawijaya dan RM Sudiyatama (2001), ngunduh mantu diselenggarakan setelah selesai acara resepsi pernikahan di lingkungan tempat tinggal pengantin wanita digelar.

Terlebih dahulu resepsi pernikahan berlangsung di Pendapa Agung Royal Ambarukmo Yogyakarta. Resepsi ini berlangsung selama 2 hari yakni 8-10 Desember 2022.

Adapun ngunduh mantu ini merupakan acara membawa pengantin wanita di lingkungan pengantin pria setelah ijab dan qobul supaya pengantin wanita dikenal warga sekitar. Unduh mantu biasa dilakukan secara sederhana, tidak seperti rangkaian upacara adat pada pengantin wanita.

Untuk istilah sungkeman masyarakat sudah terlalu familiar dengan hal ini. Sungkeman merupakan salah satu rangkaian dari acara panggih atau upacara pernikahan adat Jawa yang dilakukan setelah ijab kabul. Lalu apakah udik-udikan dan tumplak punjen?.

Udik-udik

Udik-udik merupakan kegiataan membagikan atau menyebarkan uang pecahan kepada masyarakat lain. Tradisi udik-udikan banyak dilakukan oleh orang Jawa yang sedang memiliki hajat tertentu. Misalnya selesai membangun rumah, nikahan, khitanan, atau naik haji.

Cara tersebut merupakan bentuk syukuran masyarakat dalam tradisi Jawa. Dalam tradisi tersebut jumlah uang yang dihamburkan beragam, mulai recehan hingga uang kertas pecahan Rp100.000-an.

Tradisi udik-udikan yang ditandai dengan hujan uang ini masih dilestarikan di beberapa wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Seperti di Pekalongan yang biasanya dilakukan saat seseorang selesai membangun rumah.

Tumplak Punjen

Tumplak punjen atau tumpak punjen adalah salah satu dari rangkaian prosesi upacara pernikahan adat Jawa. Tumplak berarti menuang, punjen berarti pundi-pundi atau hasil dari usaha yang dikumpulkan.

Punjen secara simbolis diwujudkan dengan bungkusan berisi uang (jumlah bungkusan disesuaikan dengan jumlah anak, menantu, cucu serta buyut dan seterusnya), beras  kuning, bumbu dapur atau rempah-rempah, dan sejumlah uang logam. 

Punjen adalah simbol dari harta benda hasil jerih payah orang tua dari sejak berumah tangga dulu. Acara ini dimulai dengan memanggil seluruh anaknya urut dari yang tertua sampai terakhir yang diikuti keluarganya masing-masing.

Kemudian orang tua secara berurutan memberikan bungkusan-bungkusan kepada anak, menantu dan keturunannya. Tumplak punjen juga beisi wejangan (nasehat) orang tua kepada anak keturunannya agar dalam menjalani hidup memiliki sikap rajin bekerja, amanah, menjaga kebahagian dan kesehatan dan selalu jujur, tidak tamak, sabar ridho dan ikhlas dalam menjalani hidup. 

Di pernikahan Kaesang dan Erina, peragaan tumplak punjen ini akan berlangsung di sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo sejauh 1,3 kilometer pada Minggu 11 Desember 2022. Adapun lokasi ngunduh mantu akan berlangsung di Loji Gandrung pukul 11.00 WIB.