SOLO, MettaNEWS – Sebagai upaya menyambut jutaan wisatawan dan pemudik yang datang ke Kota Solo. Pemerintah Kota Solo menyiapkan sejumlah event dan membuka objek wisata di sepanjang libur panjang Lebaran.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Aryo Widyandoko menangkap potensi untuk memaksimalkan geliat ekonomi yang ada di kala ribuan hingga jutaan pemudik masuk ke Solo sepanjang Lebaran ini.
Pihaknya melihat potensi banyaknya orang dari daerah lain tidak hanya untuk sekadar berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Namun juga mengunjungi sejumlah objek wisata. Oleh sebab itu pihaknya menyiapkan sejumlah event pendamping untuk menyambut wisatawan.
“Kita ada Bakdan Ing Solo dan Pentas Wayang Kulit pada 23-24 April 2023 ini. Kemudian berlanjut dengan Solo Menari tanggal 29 April di Koridor Ngarsapura, Pasar Gede, Kampung Batik Kauman, Mall Paragon, dan Koridor Gatot Subroto. Kami juga gelar kegiatan Bakdan Ing Sriwedari sejak pekan lalu, jeda libur saat Hari Raya kemudian lanjut sampai akhir bulan,” terang Aryo, Kamis (20/4/2023).
Objek Wisata untuk Menghabiskan Libur Panjang Lebaran
Kegiatan ini sekaligus melengkapi keberadaan sejumlah objek wisata baru seperti wisata religi Masjid Raya Sheikh Zayed dan Solo Safari sebagai objek wisata berbayar yang ada di Kota Bengawan.
“Objek wisata bertambah dengan Masjid Raya Sheikh Zayed dan Solo Safari. Melengkapi itu rangkaian kegiatan lainnya itu kita siapkan untuk mwmeriahka kegiatan pemudik yang datang ke Solo,” papar Aryo.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Solo juga memastikan seluruh objek wisata lain yang pengelolaannya ada di bawah koordinasi Pemkot Surakarta dipastikan buka sepanjang libur Lebaran tahun ini.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, sedikitnya ada 12 objek wisata dan dua event yang memiliki daya tarik wisata. Potensi wisata itu akan makin tinggi jika bertambah dengan potensi wisata belanja seperti di Pasar Klewer dan lainnya.
“Ada banyak eveny yang bisa dinikmati sevara gratis. Kalau Bakdan Ing Sriwedari (Pengganti Bakdan Ing Balekambang). Kemudian museum-museum wisata juga tetap buka. Untuk meningkatkan kemananan kami koordinasi dengan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Surakarta,” terang dia.







