SOLO, MettaNEWS – Wuri Hantoro (50) seorang pelukis asal Kalasan, Sleman, Yogyakarta menyuguhkan tonton melukis di salah satu Venue pergelangan ASEAN Para Games XI di Solo, tepatnya pada Venue Para Tenis Meja Solo Tekno Park (STP).
Dalam event bergengsi se-asia tenggara ini, Wuri menyuguhkan lukisan bertajuk “Kekuatan Bangsa” di salah satu sudut pertandingan.
Dia menorehkan kuas di kanvas berukuran 200 x 110 sentimeter selama pertandingan berlangsung.
Dalam lukisannya, ia menggambarkan figur Ketua Pelaksana Inaspoc Gibran Rakabuming Raka bersama Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Senny MarbunĀ berpakaian adat Jawa. Disampingnya terlihat beberapa atlet asal Indonesia dan latar kapal-kapal asal negara lawan pada APG sedang berlabuh dalam lautan api.
“Beliau-beliau adalah pahlawan di belakang dengan perangnya, perang maksudnya berkompetisi secara sportif. Ada sebelas negara ini saya tampilkan dalam sebuah kapal. Ini beliau-beliau atlet-atlet Indonesia yang ikut berjuang di situ,” papar Wuri saat ditemui MettaNEWS dilokasi Rabu (3/8).
Sementara kapal Indonesia dihiasi ikon Rajamala, sebagai khas ASEAN Para Games XI. Wuri mengaku telah melukis selama satu pekan untuk mencapai hasil seperti itu.
“Paling besok finishing lah. Besok terakhir ini kan sudah hampir selesai tinggal 15%,” lanjutnya.
Wuri mengaku mulanya dihubungi oleh Panitia INASPOC untuk Live Drawing di salah satu venue. Ia pun setuju dan dikesempatan itu, ia diberi mandat melukis gambaran tentang APG XI.
“Jadi kita kolaborasi sebenarnya. Ketika ada pengen lukisan itu terus kita yang masuk inilah tokoh-tokoh ini. Jadi saya konfirmasi sama panitia. Terus saya tunjukkan dengan sket terus oh iya udah mas masuk (seperti yang diminta),” ucapnya.
Berkesempatan melukis secara langsung di venue pertandingan, ia mengaku tak merasa terganggu. Bahkan ia merasakan adrenalin nya terpacu melihat para atlet bertanding.
“Intinya (rasanya) luar biasa. Dari sini kita tahu semangatnya dia (para atlet). Selama ini saya kan nggak tahu, tahunya di rumah, tapi ekspresi dia di lapangan membuat goresan saya semakin kuat dalam arti bertahannya goresannya makanya saya senang jadinya. Jadi sangat menjiwai,” ungkapnya.
Dia menceritakan sebelumnya, lukisan yang iya buat pernah laku terjual dan di tempatkan Istana Negara RI, hingga ia terpanggil untuk berkunjung.
“saya dipanggil di sana mungkin sekitar 2 bulan yang lalu,” tukasnya.







