Manuver Politik Ginda Ferachtriawan, Nyatakan Sikap Dukung Respati – Astrid

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Politikus dari PDI Perjuangan Solo, Ginda Ferachtriawan menyatakan sikap dukungan pada pasangan calon nomor urut 2 Respati Ardi – Astrid Widayani pada Pilkada 2024 nanti. Ginda memberikan pernyataan sikap politiknya tersebut pada awak media, Senin (11/11/2024) malam di Tomuan Kopi Manahan Solo.

“Jadi sudah lama sebenarnya banyak yang bertanya pada saya besok tanggal 27 November kira-kira akan mencob;os kemana. Yang mau saya sampaikan di pertemuan kali ini adalah saya akan mencoblos, memilih yang punya konsep jelas dan pasti akan melanjutkan,” tegas Ginda.

Ginda menjelaskan sebagai sosok yang pernah menjabat wakil rakyat di DPRD Surakarta, ia merasakan kepemimpinan Jokowi dan Gibran Rakabuming.

“Saya bisa melihat banyak sekali perkembangan kemajuan kota yang terjadi. dan sampai hari ini, dan dua pasangan calon yang saya kenal, kebetulan saya kenal baik dengan kedua calon baik itu calon walikota maupun calon wakil walikota, saya sudah banyak berkomunikasi dengan salah satu pasangan dan untuk saat ini saya bisa menyampaikan bahwa kalo ditanya siapa yang kira-kira akan saya dukung, yang saya dukung adalah pasangan Mas Respati dan Mbak Astrid,” tegas Ginda.

Ginda mengungkapkan, alasannya memilih paslon Respati-Astrid dengan pertimbangan matang yang muaranya adalah untuk kemajuan Kota Solo.

“Karena saya meyakini, melanjutkan itu sesuatu yang pasti. 17 skala prioritas itu merupakan suatu tantangan yang luar biasa. Jadi siapapun yang nanti akan jadi walikota, tantangan utamanya adalah melanjutkan pembangunan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat Kota Solo,” ujarnya.

Ginda menuturkan ia sudah bertemu dengan Respati dan Astrid membahas bagaimana paslon nomor 2 bisa meneruskan dan melanjutkan.

“Karena banyak orang akan menanyakan pendapatnya berbeda-beda. Ada yang mungkin terlalu idealis dengan pilihan partai, terlalu idealis dengan tokoh-tokohnya. Kalau saya simple aja, siapa yang mau melanjutkan pembangunan kemajuan Kota Solo itu ya sebaiknya kita pimpin. Ada yang masih berbau saudara, berbau teman, tapi saya sudah sampaikan komunikasi yang saya dapatkan maka Mas Respati dan Mbak Astrid adalah yang saya yakini mampu untuk melanjutkan. Gitu aja sih,” tandasnya.

Ginda menyatakan hingga saat ini dia masih berstatus sebagai anggota PDI Perjuangan Solo. Namun ia mengaku sudah tidak pernah diajak komunikasi oleh partainya.

“Sampai hari ini status saya masih sebagai anggota PDI Perjuangan ya, sampai hari ini walaupun memang sudah jarang diajak. Komunikasi sudah tidak ada, bahkan terakhir saat sudah pengumuman pendaftaran calon walikota saya juga sudah dikeluarkan dari grup. Saya juga sempat bertanya alasannya apa, sampai hari ini juga tidak pernah ada jawaban,” tegasnya lagi.

Ginda menganggap berbeda pilihan dalam satu partai adalah wujud dinamika politik. Ia mencontohkan saat kontestasi 2019 lalu PDIP mengusulkan nama Teguh Prakosa dan Ahmad Purnomo namun rekomendasi turun pada Gibran Rakabuming.

“Saya rasa dinamika beda pilihan itu terjadi dulu juga sudah ada kok. Saya juga kok, kemarin mendaftar sebagai salah satu calon walikota tetapi ketika rekomendasi tidak turun kepada saya ya sudah apa boleh buat ? ga ada masalah buat saya. Jadi ketika temen-temen juga punya pilihan yang lain dangan partai menurut saya sah-sah saja. Yang penting apapun yang kita lakukan saya rasa siapapun walikotanya pasti untuk kepentingan kota,” kata Ginda.

Mantan DPRD ini mengaku siap menerima konsekuensi dari partai yang menaunginya saat ini.

“Saya sih ga melihat apa konsekuensinya saya hanya melihat apa yang terbaik untuk kota Solo. Bisa saja ya kalau kita mau cerita banyak kok Tindakan-tindakan yang menurut kita mestinya sudah bisa di keluarkan (dari partai) sebelum sebelumnya dan belum tentu juga dilakukan. Jadi kita ikutin dinamikanya sajalah saya hanya menyampaikan sikap saya melihat pasangan yang paling siap untuk melanjutkan ya Mas Respati dan Mbak Astrid,” pungkasnya.