Mampu Tampung hingga 10 Ribu Jamaah, Masjid Raya Sheikh Zayed Jadi Masjid Terbesar di Kota Solo

oleh

SOLO, MettaNEWS – Progres pengerjaan Masjid Raya Sheikh Zayed Gilingan, Banjarsari mencapai 91,2 persen per Oktober 2022 ini. Pihak kontraktor PT Waskita optimis proyek yang menjadi satu dari 10 prioritas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming tersebut dapat selesai sebelum 17 November mendatang.

Hal ini disampaikan Project Manager PT Waskita, Adriansah Perdana saat mendampingi Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa tinjauan ke Masjid Raya Sheikh Zayed, Rabu (19/10/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Adriansah menjelaskan saat ini pengerjaan masjid terkendala tingginya curah hujan.

“Kalau kendala sejauh ini untuk pekerjaan tidak, tapi memang belakangan ini musim penghujan yang jadintantangan kami untuk saat ini,” katanya.

Meski demikian pihaknya optimis mampu merealisasikan target penyelesaian. Terlebih saat ini pengerjaan hanya tinggal merampungkan hal-hal kecil.

“Kalau finishing marmer dan GRC ornamen, selain juga untuk produk produk kuningan dari lokal,” tambahnya.

Project Manager tersebut mengatakan sejauh ini Masjid Raya Sheikh Zayed merupakan masjid terbesar yang dikerjakan PT Waskita sepanjang 2022.

“Untuk saat ini terbesar kami adalah renovasi Masjid Istiqlal Jakarta, keduanya proyek ini yang terbaru di tahun ini Masjid Raya Sheikh Zayed terbesar,” jelasnya.

Masjid yang memanfaatkan lahan seluas meter 24.600 meter persegi tersebut memiliki lahan hijau, area parkir untuk 28 bus san 50 motor dan area jalan utama seluas 3.500 meter persegi untuk roda 2 maupun 4.

“Kalau parkir memang ada 28 bus di belakang, motor 50. Dan kendaraan pribadi di sini memang ke sarana publik jadi kendaraan pribadi tidak terlalu kita optimalkan bisa menampung roda 2 atau 4,” jelasnya.

Masjid Raya Sheikh Zayed memiliki luas 8.400 meter persegi ini mampu menampung hingga 10 ribu jamaah. Masjid yang menjadi tanda persahabatan antara Uni Emirated Arab (UEA) dengan Indonesia tersebut memiliki empat menara menjulang, satu kubah utama yang dikelilingi kubah kecil.

“Yang sisi depan, area salat utama itu terdiri dari 1,5. Untuk lantai atas untuk wanita sebesar 20 persennya untuk salat.

Kalau yang dominan itu di bawah ada area wudhu dan ruang toiletnya, di sana juga ada fasilitas utilitas pendukung seperti water tank, ruang pompa  itu ada di bawah. Di dalam gedung itu maksimal 4 ribu orang, tqpi secara maksimal termasuk area eksternal bisa 10 ribu,” beber Adriansah.

Memiliki area terbuka Masjid Raya Sheikh Zayed memiliki selasar yang luas dengan kolam dan pepohonan yang sejuk. Sementara di area dalam masjid ini dilengkapi dengan perpustakaan dan ruanh VIP.

“Selebihnya ini area terbuka semua, di depan ihrab itu ada ruang imam dan ruang VIP tapi nggak terlalu luas, sedangkan di belakang ini terbuka. Kalau di lantai 2 ini ada perpustakaan dan ruang pengelola,” katanya.

Masjid Raya Sheikh Zayed ini merupakan replika masjid yang ada di UEA ini merupakan simbol moderasi umat beragama.

“Kalau di UEA lebih besar, kalau nggak sqlah 4 kali ini untuk gedungnya, sedangkan lahannya 6 kali Masjid Raya Sheikh Zayed ini. Ini merupakan replika dari masjid di UEA yang mereka sebut masjid putih yang jadi ikonnya UEA,” terang Ardiansah.

Masjid Raya Sheikh Zayed memiliki warna dominan putih dengan ornamen emas masjid ini nantinya juga akan menjadi destinasi wisata religi baru di Kota Solo.