Malu Terlilit Utang Rp 45 Juta di Tempat Kerja, Pria di Sragen Gantung Diri

oleh
bunuh diri
Pria di Desa Sumengko RT 03 RW 12 Kelurahan Sragen Tengah Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen berinisial AS (45) bunuh diri dengn menggantung, Kamis (7/3/2024) | Dok. Polres Sragen

SRAGEN, MettaNEWS – Seorang pria berinisial AS (45) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di Desa Sumengko RT 03 RW 12 Kelurahan Sragen Tengah Kecamatan Sragen Kabupaten Sragen, Kamis (7/3/2024).

Adapun kronologi penemuan AS diawali dari saksi 1 Novi Puspito yang hendak mencuci piring di belakang rumah sekira pukul 03.45 WIB dini hari. Melihat pintu belakang terbuka, Novi kemudian berniat membuang sampah. Namun ia justru mendapati AS tergantung.

Novi kemudian memanggil kerabat lain, Eny Siswanti (saksi 2). Keduanya lalu meminta bantuan warga sekitar untuk memastikan apakah korban telah meninggal dunia.

“Diketahui penyebab korban meninggal dunia (MD) gantung diri menurut informasi saksi 2 karena korban merasa malu memiliki utang  di kantor sebesar Rp 45 juta. Kemudian saksi 1 melaporkan kejadian tersebut kepada Petugas Kepolisian Sektor Kota sekira pukul 04.00 WIB,” ujar Kapolres Sragen, AKBP Jamal Alam, Kamis (7/3/2024).

Dari hasil olah TKP serta hasil keterangan para saksi dan  pemeriksaan tim medis, tidak diketemukam tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim Inafis Polres Sragen bersama Tim Medis Puskesmas Sragen didapatkan hasil berupa adanya cairan semen atau mani pada kemaluan korban. Terdapat ikatan leher khas gantung diri dan bukan dijerat dari belakang. Lidah utuh tidak tergigit.

“Dari hasil olah TKP Tim Inafis Polres Sragen dan Unit Reskrim Polsek Sragen Kota didapatkan hasil ikat dari gantungan sampai lantai sepanjang 2,67 meter (m). Ikatan gantungan ke leher sepanjang 6,7 m. Dari posisi korban ke dinding tembok ikatan leher  50 centimeter (cm). Ikatan leher melingkar 50 cm dan ada luka jeratan pada leher lebar 1 cm kedalaman 3 mili meter,” terangnya.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan auotopsi maupun tindakan medis lebih lanjut. Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan hasil pemeriksaan dari Tim Inafis Polres Srgen dengan Tim Medis Puskesmas Sragen Kota.

Catatan redaksi:

Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan dan terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.