Mahasiswa Didorong Jadi Agen Sosial JKN, BPJS Kesehatan: Indonesia Kini Jadi Contoh Dunia

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Mahasiswa didorong menjadi agen sosial dalam menyukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini mengemuka dalam Seminar Nasional dan Kuliah Umum bertema “Mahasiswa Sebagai Social Agent Jaminan Kesehatan Nasional” yang digelar di Gedung Dakwah KH. Hasyim Kholil, Jumat (10/10/2025).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Dr. Ali Gufron Mukti, M.Sc., Ph.D., menyampaikan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi mengenai JKN kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat luar biasa dari program ini.

“Sebelum BPJS berdiri pada 2014, orang miskin dilarang sakit. Sekarang, asal jadi peserta aktif, orang miskin tidak perlu bayar. Ini transformasi besar. Bahkan, JKN Indonesia masuk nominasi Nobel dan banyak negara meniru sistem kendali biaya dan mutunya,” ungkap Gufron.

Ia juga menambahkan bahwa kampus-kampus besar seperti UI, ITB, hingga universitas di luar negeri mulai menaruh perhatian terhadap sistem JKN di Indonesia. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi ujung tombak dalam menyampaikan informasi ini ke masyarakat sebagai bagian dari gerakan sosial.

“Jadi social agent itu penting. Mahasiswa harus bisa bantu menjelaskan dan mengenalkan JKN, karena tidak semua orang tahu bahwa Indonesia punya sistem kesehatan yang luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Institut Islam Muhammadiyah (IIM) Surakarta, Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.Si., menekankan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai keagamaan dalam kerja-kerja sosial mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa mempraktikkan teologi Al-Maun dan teologi Al-Maidah, bukan hanya memahami secara teoritis. Ayat-ayat Al-Qur’an itu harus menjadi pedoman aksi nyata, termasuk dalam mendukung program-program sosial seperti BPJS,” ujarnya.

Edy menegaskan, mendukung JKN adalah bentuk nyata dari nilai tolong-menolong yang diajarkan dalam Islam. Ia juga menyampaikan bahwa kampusnya siap mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, termasuk lewat penggalangan dana untuk pengadaan ambulans guna membantu masyarakat secara langsung.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari IIM Surakarta, Stikes Mamba’ul Ulum, dan berbagai kampus lain di Solo Raya. Selain seminar, acara ini juga menjadi momentum peluncuran program sosial mahasiswa untuk mendukung akses layanan kesehatan masyarakat.