SOLO, MettaNEWS – Ratusan mahasiswa asing dari 114 negara mengikuti Welcoming Dinner International Student Summit (ISS) 2024 yang berlangsung di Edutorium Gedung KH. Ahmad Dahlan UMS, Senin (14/10/2024).
Acara ini diadakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang diikuti oleh 222 mahasiswa asing, 31 universitas dari 49 negara penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). IIS 2024 mengambil tema ‘Javanese Rhapsody: Weaving Culture, Creativity, and Solidarity’.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Bhimo Widyo Andoko mengapresiasi kegiatan ini, yang jangka panjangnya untuk menjalin kemitraan dengan luar negeri.
“Sebetulnya kami merencanakan ini lumayan lama. Tujuannya adalah kita akan membuat satu link dengan luar negeri. Tujuannya adalah nantinya anak-anak dari luar negeri ini mendapat perspektif mengenai Indonesia. Dan nantinya mereka ini jadi duta-duta Indonesia di Luar Negeri, itu harapan kami,” jelasnya.
Bhimo menyebut kegiatan ini menjadi momentum untuk melakukan preventif pada pelajar dari luar negeri ini.
“Kami juga terus mendorong peran Perguruan Tinggi yang menerima mereka. Yang menjadi cita-cita Kementerian tentu saja dibantu oleh perguruan tinggi untuk anak-anak mendapat pengetahun mengenai budaya Indonesia. Yang penting adalah value karena mereka kadang juga tidak tahu Indonesia itu
Sementara itu, Rektor UMS Sofyan Anif yang bertindak sebagai tuan rumah mengatakan kegiatan tersebut sekaligus bisa untuk memperkuat UMS menuju World Class University.
“Jadi memang acara ini merupakan acara tahunan kemudian memfasilitasi mahasiswa asing yang ada di Indonesia. Tahun ini UMS sebagai tuan rumah, ini merupakan kepercayaan pak menteri kepada UMS,” katanya.
Rektor Sofyan mengungkapkan ISS ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperkuat reputasi UMS yang baru-baru ini masuk THE WUR 2025.
“UMS yang masuk rangking kedua jajaran Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/ Perguruan Tinggi Swasta (UMS), kemudian kalau dikerucutkan UMS menjadi Perguruan Tinggi Swasta terbaik dan Perguruan Tinggi Islam terbaik,” jelas Prof. Sofyan.
Sehingga, dengan adanya ini mahasiswa dari berbagai negara ke UMS untuk bertemu dengan daerah lain di seluruh Indonesia, dan terjalin link yang berguna bagi masa depan mereka.








