Launching ISETH 2022, UMS Targetkan Publikasi Internasional Karya Ilmiah Dosen dan Mahasiswa Capai 60%

oleh
oleh
Grand launching KTT ISETH UMS 2022 | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mengejar capaian publikasi internasional karya ilmiah baik dari dosen maupun mahasiswa UMS. Pada launching ISETH 2022 ini, Rektor UMS Prof. Sofyan Anif menekankan peningkatan jumlah jurnal internasional melalui ISETH (International Summit On Science Technology and Humanity). 

“Salah satu nilai untuk diakui world class university adalah jumlah dokumen ilmiah yang terindeks internasional,” tutur Prof. Sofyan Anif pada launching ISETH yang akan berlangsung pada 5 – 6 Desember 2022 mendatang. 

Rektor UMS ini mengatakan peningkatan kapasitas publikasi ilmiah mahasiswa dan dosen masih menjadi PR bersama segenap civitas akademisi UMS. 

“ISETH ini menjadi salah satu pintu untuk mendongkrak keterlibatan teman-teman dosen dan mahasiswa untuk menulis karya ilmiah. Ini juga terkait dengan semangat, betapa pentingnya produk dosen dalam bentuk jurnal publikasi internasional,” papar Prof. Sofyan. 

Prof. Sofyan menambahkan fungsi dosen selain mengajar adalah melakukan riset, menulis jurnal, melakukan pengabdian pada masyarakat. Dari tahun ke tahun evaluasi ISETH Prof. Sofyan menyebut capaian jurnal internasional yang mendapat indeks memang meningkat. 

“UMS punya target kalau dosen UMS ada sekira 700 lebih paling tidak 60% nya mempunyai karya ilmiah terindeks internasional. Tapi sampai sekarang belum tercapai, baru sekitar 30%,” ungkap Prof. Sofyan. 

Menurut Prof. Sofyan, dengan berjalannya ISETH setiap tahun bertambah pula keterlibatan penulis internal termasuk dari mahasiswa.

“Harapan saya setiap tahun dosen menulis satu karya ilmiah. Tuntutan yang wajar kan ini. Pemikiran saya yang lain adalah potensi mahasiswa UMS yang luar biasa. Kalau mahasiswa menerbitkan jurnal internasional kita beri apresiasi bisa lulus tanpa skripsi,” ungkap Prof. Sofyan. 

Publikasi ilmiah internasional ini menurut Sofyan menjadi tantangan dari tim Lembaga Pengembangan Publikasi untuk semakin banyak inovasi dalam mendorong dosen dan mahasiswa menulis jurnal ilmiah.

“Salah satu yang kurang adalah jumlah riset dan produk publikasi ilmiah, ini orientasi utama. Saya targetkan dalam satu periode harus sekian jurnal terindeks luar negeri,” pungkas Sofyan.