SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka membuka gelaran Semanggi Festival #3 di Lapangan Losari, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Senin (27/6/2022). Di lapangan yang nampak penuh lumpur itu Gibran datang dengan membagikan buku ke anak-anak.
Ratusan warga nampak berebut buku bergambar wajah Gibran di sampulnya. Tak hanya anak-anak, semua kalangan nampak meringsek diantara kumpulan warga yang terus memadati pembagian buku tersebut. Lantaran hal ini, lapangan yang basah ini semakin dipenuhi jejak dan menimbulkan cipratan dari warga yang berebut buku.
Terus melaju diantara kerumunan warga, melalui kotak kayu Gibran menuju ke atas panggung yang dipenuhi jejak kaki penuh lumpur hitam. Warga pun nampak memenuhi pinggiran pangguung untuk berfoto, tak sedikit pula anak-anak yang lewat bersliweran dengan kaki yang dipenuhi lumpur.
Pemandangan ini mewarnai pembukaan Semanggi Festival #3 di hari pertama digelar. Lurah Semanggi Arif Suharto dalam sambutannya berkomitmen untuk menjadikan Semanggi menjadi Desa Wisata. Memiliki potensi wisata berupa kesenian budaya dan UMKM, pihaknya ingin mengangkat potensi ini ke masyarakat luas.
Usai sambutan tersebut selesai, Gibran lalu membuka festival dengan melakukan prosesi penuangan dawet. Setelahnya Gibran berpamitan untuk meninggalkan acara.
Catatan penting dari Gibran, sebelum Semanggi menjadi Desa Wisata, Gibran ingin fasilitas umum Lapangan Losari diperbaiki. Akan melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo, lapangan ini akan diperbaiki usai festival rampung.
“Ya nanti sik lapangane (lapangannya) dibenakne (diperbaiki) disik (dulu) ya,” terang Gibran kepada awak media, Senin (27/6/2022).
Perbaikan lapangan ini untuk mendukung terwujudnya fasilitas umum yang memadai untuk masyarakat menggelar kegiatan baik itu olahraga maupun yang lainnya.
“Habis acara ini ada rencana perbaikan dari Dispora tenang wae ya, wis wis untuk rencana perbaikan itu Pak Lurah yang tahu tanya Pak Lurah,“ tutupnya. Namun secara keseluruhan Gibran menyebut Semanggi Festival #3 terbilang apik.
Sementara itu, Arif Suharto, Lurah Semanggi menyebut perbaikan Lapangan Losari akan dikerjakan usai Semanggi Festival #3 rampung.
“Ini mau ada perbaikan dari Dinas Pemuda dan Olahraga nunggu setelah ini selesai baru nanti dikerjakan setelah festival Semanggi jadi, awalnya sudah ada rencana tapi karena festival ini jadi ditunda,” terang Arif kepada awak media, Senin (27/6/2022).
Disebutkan Arif, Lapangan Losari yang penuh lumpur ini lantaran kurangnya resapan air saat turun hujan. Tak mengetahui secara pasti bagaimana perbaikannya, pihaknya menunggu realisasi dari pihak Dispora.
“Ya karena resapan airnya kurang, tanahnya tanah liat. Juga pembangunan di Semanggi utara ini juga terkendala karena tanahnya tanah liat nggak bisa meresap ke bawah. Setiap ada hujan becek, rencana perbaikan yang tahu Dispora. Kontraknya sudah tinggal nunggu pelaksanaan saja katanya informasinya seperti itu,” jelas Arif.
Arif mengatakan, lapangan ini biasa digunakan untuk kegiatan masyarakat seperti olahraga. Sehingga diperbaikan nanti perlu dilakukan pembukaan sanitasi agar air tak menggenang dan membuat lapangan becek.
“Setiap hari ada sepak bola, yang perlu diperbaiaki sanitasi di Semanggi utamanya karena daerah cekung dekat bantaran sungai maka sanitasinya perlu pembukaan. Karena di sedimennya sudah sangat tinggi,” ucap Arif.
Diketahui kondisi lapangan berlumpur ini ternyata sudah ada sejak masa kepemipinan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.
“Kalau waktu Pak Rudy sudah pernah, kalau pas Mas Gibran baru kali ini. Keadaan pas ya sama memang kalau hujan karakternya seperti ini. Sudah lama ini makanya mau direnovasi saja,” tukasnya.








