SOLO, MettaNEWS – Usai mobil dinas Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka berada di barat Viaduk Gilingan sejak Rabu (26/4/2023), seluruh aktivitas parkir di kawasan tersebut berhenti.
Warga yang awalnya mencari rezeki menjadi juru parkir tidak bisa lagi memanfaatkan lokasi tersebut.
Warga kemudian tak kehilangan akal. Mereka kemudian memanfaatkan gang maupun halaman rumahnya untuk diubah menjadi kantong parkir.
Salah satunya di Gang Merpati, RT 5 Kampung Cinderejo, Kelurahan Gilingan, Banjarsari Solo.
Menurut penuturan Ketua RT 5, Tumini, warga yang membuka kantong parkir untuk menyambung hidup. Namun tak lama aksi ini diketahui oleh Dinas Perhubungan. Warga pun sempat membangkang.
“RT 5 dilarang buat parkir. Terus yang jadi jukir (juru parkir-red) itu ngeyel sama Dinas Perhubungan katanya urusan perut. Mereka berusaha buat bisa parkir lagi,” ujar Tumini saat berbincang dengan MettaNEWS, Jumat (28/4/2023).
Warga RT 5 meminta aturan larangan membuka kantong parkir harus adil. Sebab selama ini lokasi proyek sisi barat saja yang tidak mendapat izin untuk parkir. Sementara sisi timur justru tidak ada larangan sama sekali.
“Didatangi Dinas Perhubungan akhrinya yang teman-teman ngeyel pokoknya berani. Kalau sini nggak boleh untuk parkir semua juga nggak boleh. Masalahnya di sini jadi sepi padahal orang banyak nyari tempat parkir,” kata Tumini.
Menurutnya tidak ada salahnya mengizinkan warga menggunakan jalan tersebut untuk kantong parkir sementara.
“Ini kan juga nggak seterusnya maksudnya sementara saja untuk pendatang ya darurat,” tuturnya.
Alhasil Dinas Perhubungan bertindak tegas dengan menderek salah satu mobil pengunjung yang terparkir di gang Merpati.
“Warga pada nekat mobilnya diderek suruh keluar karena nggak boleh. Dekat rumah saya ada tempat dua mobil . Sebelumnya sempat ada pengumuman kalau nekat diderek. Padahal baru dapat 1 parkir,” beber Tumini.
Tumini masih berusaha agar warga bisa kembali membuka kantong parkir sama halnya dengan warga yang berada di sisi timur.
“Lha kalau dari arah sini nggak boleh buat lewat terus yang sana boleh ya orang sini ya protes. Sana bisa makan di sini nggak bisa makan,” katanya.
“Soalnya timur juga ada proyek kalau nggak boleh ya masjidnya jangan dibuka dulu,” sambung dia.
Terkini aktivitas parkir di wilayah barat Viaduk Gilingan benar-benar steril. Pantauan MettaNEWS, terdapat truk derek, mobil patroli, Dinas Perhubungan hingga mobil Polisi Militer berjaga.
“Motor nggak dimasalahkan muter sini aja kalau ke sana nggak boleh. Sana ada tempat parkir di RT 6 perintahe Dinas Perhubungan dari Pak Gibran. Yang nekat ditangkap jadi ya takut,” terangnya.
“Sekarang nggak berani, mobilnya Pak Gibran di situ ini kan sudah 3 malam. Sampai kapan mas Gibran nggak marah lagi,” tutupnya.








