Solo Sukses Tekan Angka Pengangguran, Gibran Minta Dukungan Banyak Pihak

oleh
oleh
Job fair
Ratusan pencari kerja hadiri job fair Solo Career Expo Merdeka di Pendapi Balai Kota Solo, Kamis (24/8/2023). Job Fair menjadi salah satu cara menurunkan angka pengangguran | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta mencatat data pengangguran dari Agustus 2022 hingga Agustus 2023 dari angka 5,83% turun di 4,58%.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapi positif hasil kinerja semua pihak dalam menurunkan angka pengangguran.

“Ya mohon doa dan dukungannya ya,” kata Gibran saat ditemui wartawan di kantor Balai Kota Solo, Kamis (7/12/2023).

Calon Wakil Presiden nomor urut 2 ini juga merespon tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, terutama dari lulusan SMK. Tercatat hingga Februari 2022 lulusan SMK yang masih menganggur sebanyak 10.38 persen.

Gibran menyebut penambahan fasilitas dan pelatihan untuk SMK menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas lulusan. Strategi inilah yang dijalankan Gibran di sekolah-sekolah SMK di Solo. Sehingga menjadi SDM yang unggul dan siap kerja sesuai dengan kebutuhan industri, lapangan pekerjaan.

“Ya kita mengupgrade ya di semua SMK fasilitas-fasilitasnya ya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta, Widyastuti Pratiwiningsih mengatakan tingkat pengangguran terbuka Kota Surakarta turun 1, 26 persen.

“Untuk tingkat partisipasi angkatan kerja di 2023 ada di angka 69,18%. Dari Agustus Tahun 2022 di angka 68,15%. Sehingga kenaikan1,03%,” tutur Widyastuti di kantornya.

Widyastuti menyampaikan, untuk mengatasi tingkat pengangguran terbuka Disnakertrans terus melakukan berbagai macam program.

“Kita tetap mengusahakan dengan program-program yang ada di dinas. Baik itu program perluasan kesempatan kerja, program penempatan, sampai pemagangan,” ujarnya.

Widyastuti menuturkan, Disnakertrans juha mengadakan pelatihan dengan titik berat berbasis kompetensi.

“Tidak hanya selesai pada tahapan pelatihan. Namun juga kita bekali dengan sertifikat yang nantinya bisa untuk bekal yang bersangkutan untuk siap di pasar kerja. Yang siap dengan posisi di perusahaan,” paparnya.

Disnakertrans lanjut Widyastuti juga mendorong para pencari kerja untuk bisa berwirausaha. Dalam pelatihan itu Disnakertrans juga memberikan banyak pelatihan.

“Kita juga memberikan pelatihan untuk mereka yang mau berwirausaha. Sesuai karakteristiknya lebih banyak yang senang bekerja di sektor informal bukan di sektor formal,” ungkapnya.

Sedangkan target tahun depan, Widyastuti menyebut sekira 3,95 persen.

“Nah ini kemarin baru kita hitungkan, bahwa ya mudah-mudahan terjadi 3,95% sampai 4,5% itu bisa tercapai dari 4,58% saat ini yang sudah kita capai. Mudah-mudahan kita juga ada kolaborasi yang lebih baik sinergi yang lebih baik dan coverage anggaran yang lebih baik tentunya untuk mendukung itu semua,” pungkasnya.