Kontingen Porseni NU 2023 Mulai Berdatangan ke Solo

oleh
Kontingen Porseni NU
Kedatangan Kontingen Porseni NU di Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk melakukan registrasi Jumat (13/1/2023) | dok: Porseni NU

SOLO, MettaNEWS – Kontingen Porseni NU yang terdiri dari peserta, official, manager mulai berdatangan ke Solo mulai Jumat kemarin (13/1/2023). Kontingen Porseni NU ini terlebih dahulu datang ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah untuk melakukan Registrasi Ulang & Verifikasi Faktual.

Kontingen Porseni NU yang sudah datang ke Solo diantaranya yaitu Kontingen Papua Barat, Kontingen Sumatera Utara, dan Kontingen Kalimantan Selatan, Lampung dan yang lainnya.

“Dari semalam yang datang itu dari Kontingen Papua Barat dengan jumlah orang 6 orang. Sebelum Sholat Jumat kemarin ada kontingen Sumatera Utara dengan menggunakan transportasi bus, menggunakan 2 armada, yang datang sekitar 60 orang, dan hari ini masih banyak yang berdatangan” ujar Koordinator Registrasi Muhammad Najib Hakim, Sabtu (14/1/2022).

Untuk penginapan atlet dan official ditempatkan di Asrama Haji Donohudan, peserta Lomba Musabaqoh Tilawatil Qur’an di Ma’had Al-Jamiah UIN RM Said, dan peserta lomba Musabaqoh Qiraatil Kitab & Hifdzil Alfiyah di Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan.

Kemudian terkait dengan teknis penjemputan kontingen Porseni NU dari panitia akan konfirmasi ke kontingen masing-masing. Apakah perlu penjemputan di bandara, pelabuhan, atau datang langsung ke Asrama Haji Donohudan.

“Nanti turunnya di mana, misal nanti turun di bandara, nanti kita akan jemput di bandara. Sesuai dia turunnya di mana, kalau turun di Surabaya nanti kita akan jemput di Surabaya. Misalnya lewat laut juga nanti akan kita jemput di pelabuhan. Seusai mereka turun, nanti tinggal mereka mengkonfirmasi kedatangannya ke panitia,” jelasnya.

 

Kontingen Porseni NU Datang Dengan Keunikan Masing-masing

Kontingen Porseni NU telah berdatangan ke Wilayah Solo. Mereka datang dengan berbagai pakaian adat ataupun dengan budaya wilayah masing-masing.

Seperti dalam keterangan kordinator registrasi Porseni NU, Muhammad Najib Hakim.

Berdasarkan pengamatannya untuk kontingen Papua Barat. Mereka datang dengan mengenakan topi khas daerah Papua Barat. Sementara Sumatera Utara dan Kalimantan Selatan mengenakan seragam batik.

Menurut Manajer Kontingen Papua Barat Ramli Rumaf bahwa tujuan mengenakan topi tersebut adalah untuk memperkenalkan Topi Adat khas Papua Barat di kancah Nasional.

“Jadi itu kan mahkota khas dari Provinsi Papua, maupun Provinsi Papua Barat. Setiap utusan dari sana selalu kita pakai itu, kita event apa saja. Event yang sifatnya agama maupun umum. Selalu kita pakai,” ujarnya Ramil.

Ramli Rumaf menuturkan bahwa Kontingen Papua Barat sendiri terdiri dari 8 orang, yaitu 3 orang peserta yang semuanya dari cabang tilawah pelajar dan mahasiswa. Kemudian 4 official, dan 1 orang manager.

Selanjutnya kontingen dari Sumatera Utara. Tim Kontingen Sumatera Utara menjadi salah satu kontingen yang tiba awal. Meski begitu cabang Pencak Silat langsung mengadakan latihan di lapangan samping Masjid Al Mabrur Asrama Donohudan pada jumat (13/1) Sore.

Tim Pencak Silat Kontingen Sumatera Utara yang terdiri dari 7 putra dan Putri. Untuk mengisi semua nomor pertandingan

“Kalau cabang pencak silat ada fighter, seni tunggal, seni ganda. Kita isi semua fighter ada 4 orang putra dan putri remaja. Nomor tunggal juga putra putri 1 orang. Ganda putra 2 orang, sama ganda putri 2 orang,” ujar Muhammad Adiyan Simanjuntak official Pencak Silat Sumatera Utara.