SOLO, MettaNEWS — Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memberikan apresiasi dan rasa bangga kepada para pemain muda yang mengikuti Liga SCSR U13 Musim 2026.
Hal tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri pekan penutup kompetisi Liga SCSR U13 di Stadion Mini Surakarta, Minggu (6/9/2026).
Di hadapan para pemain muda, Astrid menegaskan bahwa kompetisi sepak bola usia dini tidak semata-mata tentang mengejar kemenangan. Lebih dari itu, pertandingan menjadi bagian penting dalam proses membentuk kemampuan, mental, disiplin, dan karakter atlet sejak usia dini.
“Adik-adik semua adalah generasi emas. Saya bangga melihat semangat kalian dalam mengikuti kompetisi ini. Terus berlatih, jangan mudah menyerah, dan tetap junjung tinggi sportivitas,” kata Astrid.
Menurutnya, pembinaan sejak usia dini merupakan fondasi penting untuk melahirkan atlet yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mental bertanding dan karakter yang kuat.
Karena itu, Astrid meminta para pemain menikmati setiap proses yang dijalani dan menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus berkembang.
“Menang itu penting, tetapi proses untuk menjadi lebih baik, kerja keras, disiplin, serta menghargai teman dan lawan jauh lebih penting. Jadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk terus belajar,” ujarnya.
Astrid: Jangan Takut Bermimpi Jadi Pemain Profesional
Astrid juga mendorong para pemain muda untuk tidak takut memiliki cita-cita besar, termasuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Menurutnya, peluang untuk mencapai level tersebut terbuka selama para pemain memiliki kemauan untuk berlatih secara konsisten, menjaga kedisiplinan, dan terus belajar.
“Jangan takut bermimpi menjadi pemain profesional. Kalau ingin menjadi yang terbaik, harus mau berlatih lebih keras, disiplin, dan terus belajar. Apa yang kalian jalani hari ini bisa menjadi bagian dari perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi,” tuturnya.
Astrid menilai kompetisi seperti Liga SCSR U13 memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan.
Liga tersebut memberikan ruang bagi pemain usia dini dari berbagai klub dan sekolah sepak bola di kawasan Solo Raya untuk mendapatkan pengalaman bertanding secara rutin.
Liga SCSR U13 Musim 2026 sendiri berlangsung selama 15 pekan, dimulai pada 21 Desember 2025 di Boyolali dan berakhir pada 6 September 2026 di Kota Surakarta.
Medali Bukan Akhir Perjalanan
Menurut Astrid, pengalaman bertanding secara rutin akan membantu pemain muda memahami bahwa prestasi tidak bisa diraih secara instan.
Diperlukan proses panjang yang melibatkan latihan, kompetisi, dukungan pelatih dan klub, peran orang tua, serta lingkungan yang positif.
Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Astrid, terus mendorong agar anak-anak dan generasi muda memiliki ruang positif untuk mengembangkan bakat, mengejar prestasi, sekaligus membangun karakter melalui olahraga.
“Yang paling penting, terus jaga semangat dan kecintaan terhadap sepak bola. Medali atau hasil pertandingan hari ini bukan akhir. Perjalanan kalian masih panjang. Terus berlatih dan jadilah generasi muda yang membanggakan orang tua, klub, dan Kota Surakarta,” pungkasnya.
Astrid menambahkan, pembinaan atlet muda membutuhkan konsistensi dan tidak dapat dilakukan secara instan.
Kompetisi berkelanjutan seperti Liga SCSR U13 diharapkan mampu menjadi salah satu wadah untuk menemukan sekaligus mengembangkan talenta-talenta muda sepak bola di Solo Raya.
Dengan pengalaman bertanding yang terus bertambah, para pemain diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi pesepak bola yang memiliki kemampuan teknis, tetapi juga menjadi generasi muda dengan mental kuat, disiplin, sportif, dan siap mengejar prestasi yang lebih tinggi.








