348 Gamer Serbu 5 Polsek di Solo, Turnamen Free Fire Polresta Surakarta Pecah, Ini Daftar Para Jawara

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Lima Polsek jajaran Polresta Surakarta mendadak berubah menjadi arena pertarungan para gamer, Sabtu (5/9/2026) malam. Sebanyak 348 pemain yang tergabung dalam 87 tim ikut bertarung dalam Turnamen E-Sport Free Fire Season 2 Piala Kapolsek.

Turnamen digelar serentak di Polsek Laweyan, Banjarsari, Serengan, Jebres, dan Pasar Kliwon. Para gamer saling adu strategi dan kemampuan untuk menjadi yang terbaik di masing-masing wilayah.

Bukan sekadar mengejar Booyah, para pemain harus mampu membangun komunikasi, menyusun strategi, mengambil keputusan cepat, serta menjaga kekompakan dengan tiga anggota tim lainnya.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap kompetisi e-sport.

“Turnamen E-Sport Free Fire Season 2 malam ini diikuti sebanyak 87 tim. Setiap tim terdiri dari empat pemain dan pertandingan dilaksanakan serentak di lima Polsek jajaran,” kata AKP Lingga, Sabtu malam.

Dengan jumlah tersebut, total 348 pemain ambil bagian dalam kompetisi.

Menurut Lingga, turnamen ini tidak semata-mata menjadi ajang bermain game. Polresta Surakarta ingin menghadirkan ruang kompetisi yang positif sekaligus membangun kedekatan antara kepolisian dengan generasi muda melalui aktivitas yang mereka gemari.

Ini Daftar Juara di 5 Polsek

Persaingan berlangsung ketat di masing-masing lokasi. Setiap Polsek akhirnya melahirkan tiga tim terbaik.

Polsek Laweyan

Tim Indonesia berhasil menjadi Juara I, diperkuat Angga Indra sebagai kapten bersama Dzaky, Zhafran, dan Rizky.

Juara II diraih Aim Petot x Inastar yang diperkuat M. Zidane, Syahriel, Defgi, dan Dafa.

Sedangkan Juara III ditempati The Minions dengan anggota Reza, Bagas, Raffi, dan Daffa.

Polsek Banjarsari

Timnas Surakarta keluar sebagai Juara I dengan pemain Farel Girindra Saktiadi, Tegar Adam Syahputra, Raka Wahyu, dan Rafi Ilham Ramadani.

Juara II diraih Durung Maem yang diperkuat Dewantara, Abdul Aziz, Bilal Putra Ardiansyah, dan Galang Bramantio.

Sementara Juara III diraih Sumber Horor dengan pemain Pluto Aditya Pratama, Kenan Aprilio Putra Pramono, Reno Marpelo Syaputra, dan Ridwan Dwinanda Amulia.

Polsek Serengan

YMY5 berhasil mengamankan Juara I, dengan anggota Syafiq, Fatan, Kevin, dan Isham.

Juara II ditempati Four People Need Immo yang beranggotakan Nafis Hafuza, Aji Nur Sidik, Jason Hanuch Saputra, dan Hendrawan Putra Prayuda.

Sementara SMK Batik 1 meraih Juara III, diperkuat Yongky Alif Syafei, Muhammad Sandy Luthfi Pasha, Rahardian Trisna Maulana Akbar, dan Wilsa Ervanda Adi Wardana.

Polsek Jebres

Kansai Heaven tampil sebagai Juara I, dengan Bayu Zakkiyah, Muhammad Abiyan Saputra, Sutanto Etgar Wahyu Pratama, dan Idam Putra sebagai pemain.

Juara II diraih UNS Invictus yang diperkuat Yusrizal Dicky Nugraha, Muhammad Duta Esa Muthi, Muhammad Erlangga, dan Mohammad Farrel Febiansyah.

Sedangkan Hebatmantap mengamankan Juara III, dengan anggota Muhammad Alfi Okseven, Muhammad Afgan Yasa N., Yusuf Khoirudin, dan Jonathan Restanu M.

Polsek Pasar Kliwon

New Era keluar sebagai Juara I, diperkuat Rafi Febian, Wisnu Aji Pamungkas, Rizki Amsyar, dan Geral Qolifatul.

Juara II diraih SIMPON dengan pemain Hisyam Azil Kharim, Tirta Nur Ramadhan, Fajar Aji Wicaksono, dan Arkan Ibra Athallah.

Sedangkan Juara III menjadi milik Liar Team yang diperkuat Marfel Muhamad Gandi, Arvin Nur Aydin Rizqullah, Dava Bintang Setiawan, dan Fahry Geovan Satya Jaya.

Bawa Pulang Uang Pembinaan

Tak hanya mendapatkan gelar juara, tim-tim terbaik di masing-masing Polsek juga memperoleh uang pembinaan.

Juara I mendapatkan Rp500 ribu, Juara II Rp300 ribu, dan Juara III Rp200 ribu.

Dengan demikian, setiap Polsek menyediakan total Rp1 juta untuk tiga tim terbaik.

Keseruan kompetisi tidak hanya dirasakan para peserta. Sejumlah orang tua turut hadir memberikan dukungan kepada anak-anak mereka.

Salah satunya Endah yang menunggu anaknya bertanding di Polsek Laweyan. Ia menilai turnamen e-sport yang digelar kepolisian menjadi kegiatan positif bagi generasi muda.

“Kegiatan ini sangat positif bagi anak karena bisa menumbuhkan karakter anak untuk maju bersama dalam satu tim. Sebelumnya dilaksanakan di Polresta Surakarta, malam ini digelar di Polsek,” ujar Endah.

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi minat dan potensi anak selama diarahkan ke kegiatan yang positif.

“Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan memberikan support kepada anak. Semoga mereka selalu kompak dan bisa menjadi pemenang,” imbuhnya.

Apresiasi juga disampaikan Aan, salah satu guru SMP Kristen 1 Surakarta. Ia menilai kompetisi semacam ini dapat menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kegemaran sekaligus mengembangkan potensi di bidang e-sport.

Ia berharap kegiatan positif tersebut dapat terus dilaksanakan.

Bukan Sekadar Kejar Booyah

Polresta Surakarta memastikan turnamen e-sport tersebut akan digelar secara berkelanjutan. Selain menjadi wadah kompetisi positif, ajang ini diharapkan mampu menjaring bibit-bibit baru di dunia e-sport.

Melalui kompetisi tersebut, kepolisian juga ingin membangun kedekatan dengan generasi muda dengan masuk ke ruang kreativitas dan dunia digital yang kini menjadi bagian dari keseharian mereka.

Sebab, dalam permainan Free Fire, kemenangan bukan hanya soal siapa yang paling cepat mendapatkan Booyah. Lebih dari itu, pemain dituntut mampu bermain sportif, menjaga komunikasi, membangun kekompakan, dan membawa timnya menjadi yang terbaik.