SOLO, MettaNEWS – Untuk menangkap kue investasi lebih besar, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah (Jateng) dan Kota Surakarta, bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengadakan Focus Group Discussion (FGD) aglomerasi Solo Raya. Berlangsung di Solo Paragon Hotel, Jumat (25/10/2024) FGD ini untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi Solo Raya.
FGD Aglomerasi Soloraya ini dihadiri Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan, Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto, Ketua Kadin Surakarta, Ferry Sephta Indrianto. Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota, Dhoni Widianto dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.
Ketua Kadin Surakarta, Ferry Sephta Indrianto, mengatakan Focus Group Discussion (FGD) ini sebagai proses tindak lanjut dari sekian proses yang telah dilakukan. Namun menurutnya perlu adanya pemahaman yang sama dan perlu digagas untuk menuju proses Aglomerasi Soloraya bisa terjadi secara teknokrasi.
“Ini tindak lanjut dari sekian proses yang sudah kita lakukan dan hari ini Alhamdulillah kita disupport sama BKPM dalam konteks Aglomerasi untuk peningkatan investasi di Soloraya. Namun sekali lagi pemahaman yang sama ini harus kita gagas agar proses menuju Aglomerasi Soloraya bisa terjadi secara teknokrasi. Beberapa kepentingan inklusifitas itu juga harus kita jaga agar beranjak dari bawah kemudian nanti diputuskan oleh Pemerintah Pusat,” kata Ferry.
Ia menjelaskan hasil dari FGD ini akan dititipkan pada calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta. Agar nantinya bisa masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ketika terpilih. Aglomerasi ini tidak akan berhasil jika tidak duduk bersama antara pemangku kebijakan.
Pada FGD tersebut juga mengundang semua calon pemimpin daerah di Solo dan Jawa Tengah.
“Akan kita sampaikan ke calon kepala daerah. Ini upaya kita untuk proses teknokrasi ya, terlepas nanti setuju atau enggak, itu lain soal. Tetapi yang jelas teknokrasi ini lah yang harus kita jaga, agar melahirkan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran berujung pada kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan Aglomerasi ini sebagai salah satu cara untuk sejalan dengan Pemerintah memenuhi target kenaikan ekonomi 8 persen.
“Itu menjadi sinyal kuat untuk kami tangkap. Bahwa kami harus melakukan persiapan yang baik dan dalam konteks itu maka pendekatan dari menarik investasi itu harus melalui penciptaan ekosistem,” ujarnya.
Menurut Nurul ekosistem itu artinya menghadirkan dari sisi investornya, dari hulu sampai dengan ke hilir.
“Tetapi, kalaupun kita mau menghadirkan ekosistem yang mendukung bisnis mereka yang ada di daerah ini. Juga sudah bisa kita siapkan dari hulu sampai dengan ke hilir. nah untuk mempertimbangkan itu, masing masing kota ataupun kabupaten kalau berdiri sendiri-sendiri mereka kan ga punya ekosistem yang lengkap seperti itu,’ paparnya.
Nurul menyebut inisiasi Kadin tentang aglomerasi ini sangat tepat.
“Sangat tepat saya malah justru merespon dengan sangat antusiasnya karena inisiatifnya datang dari pelaku usaha. Karena bisnis yang melakukan investasi kan pelaku usaha bukan pemerintah. Tapi kalau bisnis ini kan untuk kepentingan usaha yang kemudian ketika mereka berkolaborasi bisa mendukung satu sama lain. Bisa maju bersama-sama dan bisa meningkatkan kapasitas penetrasi pasarnya yang bukan hanya di sekitar Solo Raya. Dan Solo Raya bisa menjadi suplay chance untuk nasional hingga internasional,” pungkasnya.







