Kolaborasi BI Solo, Keraton Surakarta, dan Netzme Luncurkan Merchant QRIS di Alun-Alun Kidul

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo berkolaborasi dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Netzme sebagai Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) meluncurkan Merchant QRIS di kawasan Alun-Alun Kidul, Senin (11/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025 yang berlangsung pada 11–17 Agustus 2025.

Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, Pramudya Wicaksana, mengatakan keberhasilan transformasi pembayaran digital tidak dapat dicapai tanpa sinergi lintas sektor. “Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, dan penyelenggara jasa pembayaran menjadi kunci membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif,” ujarnya.

Keraton Surakarta berperan penting membina pelaku UMKM di kawasan Alun-Alun Kidul agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan QRIS sebagai sarana transaksi. Sementara Netzme memfasilitasi pembuatan merchant QRIS serta menyediakan perangkat soundbox bagi 104 pelaku UMKM guna mendukung kelancaran transaksi non-tunai.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta turut mempromosikan Keraton sebagai destinasi wisata budaya unggulan, yang diharapkan mampu menarik wisatawan dan mendorong ekonomi kreatif setempat.

Pertumbuhan penggunaan QRIS di Solo Raya terus menunjukkan tren positif. Pada semester I 2025, tercatat 51,91 juta transaksi QRIS atau naik 129,45% secara tahunan. Kota Surakarta menyumbang 50,33% dari total transaksi tersebut. Dari sisi nilai, transaksi QRIS di Solo Raya mencapai Rp5,43 triliun, dengan Rp2,73 triliun atau 50,27% di antaranya berasal dari Kota Surakarta.

Jumlah merchant QRIS di Solo Raya juga meningkat menjadi 68.758 merchant, tumbuh 41,45% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Kota Surakarta menambah 16.559 merchant baru atau setara 24,08% pangsa pasar Solo Raya.

Pramudya menjelaskan, QRIS memberi banyak keuntungan bagi pedagang, mulai dari kemudahan transaksi tanpa uang kembalian, mengurangi risiko uang palsu, pencatatan keuangan yang lebih transparan untuk mempermudah akses pembiayaan, hingga mendorong kebiasaan menabung.

Meski demikian, BI tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi agar terhindar dari kejahatan digital. QRIS tidak menggantikan pembayaran tunai, dan edukasi Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah terus digaungkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ciri keaslian dan cara merawat Rupiah.