Kirab Pusaka 1 Sura Pura Mangkunegaran, Ribuan Peserta Ikuti Iring-iringan Laku Bisu

oleh
Kirab pusaka Mangkunegaran
Pemberangkatan Pusaka dalem pura Mangkunegaran untuk kirab bersama ribuan iring-iringan orang Selasa (18/7/2023) malam | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Pura Mangkunegaran Solo telah menyelenggarakan Kirab Pusaka Dalem 1 Suro pada Selasa (18/7/2023) malam.

Terdapat ribuan peserta mulai dari kerabat Pura Mangkunegaran hingga masyarakat umum mengikuti ritual iring-iringan pusaka dalem dengan laku bisu.

Cucuk lampah dalam laku bisu Kirab Pusaka Dalem ini dipimpin oleh putra pertama Mangkunegara IX, Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwa Suryanegara.

Dari pantauan MettaNEWS di lokasi, Kegiatan kirab pusaka dalem Pura Mangkunegaran berlangsung tepat pada pukul 19.00 WIB. Sebelum berangkat cucuk lampah terlebih dahulu izin kepada SIJ. KGPAA Mangkunegara X untuk melaksanakan kirab.

Kirab mulai dengan membawa pusaka dalem, mengelilingi tembok Pura Mangkunegaran kemudian setiap pusaka memimpin 1 rombongan iring-iringan.

Setelah itu Iring-iringan kirab melalui rute Sepanjang kurang lebih 4 kilometer mulai dari gerbang utama Pura Mangkunegaran di Jalan Ronggowarsito, berbelok ke kanan ke Jalan Kartini, Jalan R.M. Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali ke Puro Mangkunegaran.

Dalam iring-iringan itu nampak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengikuti kirab ini.

Tepat satu jam berlangsung kirab pusaka pura Mangkunegaran ini, iring-iringan telah masuk gerbang utama mulai pukul 20.00 WIB.

Ribuan warga nampak memadati area halaman dan area Pendapi Pura Mangkunegaran. Setelah pelaksanaan Kirab Pusaka Dalem, warga berebut air cucian kembang pusaka yang berada di halaman depan. Situasi nampak riuh ketika prosesi ini berlangsung. Banyak warga yang rela berdesak-desakan untuk dapat sekedar membasuh badannya dengan air ini.

Setelah itu berlangsung kegiatan Udik-Udik yaitu menyebarkan uang kepada masyarakat yang berada di halaman Pura Mangkunegaran.

Setelahnya kegiatan berlanjut dengan prosesi semedi yang di Pendapa Agung dan Paringgitan Pura Mangkunegaran sampai Rabu (19/7/2023) memasuki 1 Suro hingga dini hari.

Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran KRMT Lilik Priarso mengatakan prosesi semedi ini bertujuan agar manusia mengingat siapa dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Dan sebagai bentuk kewaspadaan dari segala bentuk godaan dan perbuatan buruk.

“Ini tadi sudah berlangsung kirab, terdapat 4 pusaka yang mengikuti kirab. 3 berbetuk tombak dan 1 di dalam tandu. Semua itu rahasia tetapi kita bisa melihat bentuknya saja,” ubgkap Lilik (18/7/2023).