SOLO, MettaNEWS – Puluhan pelajar di Solo mengikuti latihan Kirab Agung Jumenengdalem KGPAA Mangkunegara X, Selasa (28/2/2023) di Pura Mangkunegaran.
Mereka memulai latihan sekira pukul 15.30 WIB. Iring-iringan peserta kirab ini kemudian berjalan mengelilingi halaman Pura Mangkunegaran. Iring-iringan musik tradisional Jawa juga menggema sepanjang latihan.
Selain pelajar, terdapat korps musik dari anggota TNI AD. Mereka kemudian berjalan mengawali iring-iringan peserta Kirab Agung.
Rangkaian upacara adat sebagai acara inti jumenengan akan berlangsung pada Rabu 1 Maret 2023.
Ketua Umum Jumenengan KGPAA Mangkunegoro X, Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo menjelaskan rangkaian Jumenengan mulai dari jam 09.30 WIB di Pura Mangkunegaran.
“Ada acara adat Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem KGPAA Mangkunegara X untuk yang pertama kali. Tentu acaranya adalah acara adat seperti Tingalan Jumenengan Mangkunegaran sebelum-sebelumnya. Ada Bedhaya Anglir Mendung, wisuda abdi dalem. Yang berbeda adalah tahun ini kami wacanakan mengadakan kembali Kirab Ageng,” tutur kakak dari Mangkunegara X ini yang akrab dipanggil Gusti Sura di Pura Mangkunegaran, Senin (27/2/2023).
Gusti Sura menjelaskan, Mangkunegaran terkahir kali mengadakan kirab saat Jumenengan pada kenaikan takhta ke 25 tahun Mangkunegara VII.
“Nanti rutenya juga tidak hanya mengitari temboknya Pura Mangkunegaran tapi juga akan melewati jalan Slamet Riyadi dan pulangnya melalui Ngarsapura. Kirab mulai selesai Jumenengan atau sekira pukul 12.30 WIB. Tapi memang untuk yang tahun ini lebih fokus untuk acara adatnya,” imbuhnya.
Sura mengatakan untuk jumenengan akan mengundang sekira 1000 tamu termasuk VIP dan VVIP.
“Untuk tamu-tamu VVIP belum bisa kami sampaikan saat ini. Hanya undangan sudah lama kami edarkan. Biasanya kalau tamu VVIP kan waktunya tidak bisa ditebak karena kesibukan-kesibukan beliau,” ungkapnya.
Sura mengatakan pihaknya kembali mengadakan kirab jumenengan untuk melanjutkan tradisi nguri-nguri budaya.
“Untuk kirab nanti ada prajurit beserta korps musik dan gamelan. Kirab ini terakhir diadakan pada zamannya Mangkunegara ke-7, pokoknya sewaktu beliau mangkunegara ke-7 bertahta yang ke 25 tahun,” katanya.
Rute dan Urutan Peserta Kirab Agung Jumenengdalem KGPAA Mangkunegara X
Sementara itu, Sura belum berani menyebutkan apakah Mangkunegara X akan ikut dalam kirab tersebut. Yang pasti untuk pasukan kirab ada 160 orang terdiri dari 4 bregodo, 30 orang dari korps musik dari Pura Mangkunegaran. Juga 30 orang dari korps musiknya dari Kodam.
“Nanti seragamnya juga beda-beda. Kostumnya prajurit suara Geni Irontono sama satu lagi kalau nggak salah yang Joyo alap-alap,” terangnya.
Untuk rute kirab, Sura menjabarkan pertama mengitari Pura Mangkunegaran untuk kemudian melewati jalan Slamet Riyadi.
“Rutenya, keluar itu dari gerbang Selatan lalu belok ke arah barat. Berputar searah jarum jam memutari tembok Mangkunegaran. Ketika sampai depan gerbang utama tidak akan kembali ke sini tapi lurus sampai ke perempatan Atria lalu belok ke kiri lalu ke jalan Slamet Riyadi masuk ke Ngarsapura terus menuju lagi ke Mangkunegaran,” jelasnya.
Dari kirab ini Sura mengungkapkan sebagai bentuk nguri-nguri kebudayaan yang pernah berlangsung pada waktu dulu.
“Ini lebih pada untuk mengapresiasi masyarakat juga. Dan kami mencoba untuk melakukan seperti apa yang ada pada arsip-arsip kami zaman dulu di era Mangkunegara ke-7 itu juga ada kirab sama juga korps musik dengan prajurit, sama seperti itu,” pungkasnya.








