Kesatria Bengawan Solo Kalah Tipis dari Rajawali Medan, Anthony Garbelotto Tetap Bangga dengan Semangat Pemain Lokal

oleh
Kesatria Bengawan Solo
Kesatria Bengawan Solo kalah tipis 78-81 pada laga IBL GoPay 2026 di GOR Sritex Arena, Sabtu (11/1/2026) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kesatria Bengawan Solo kalah tipis dari Rajawali Medan dengan skor 78-81 pada laga tandang IBL GoPay 2026 di GOR Sritex Arena, Sabtu (11/1/2026).

Meski bermain hanya dengan pemain lokal, Kesatria sempat tampil menjanjikan dengan selisih yang terpaut tipis meski tanpa tiga pemain asing karena kendala administrasi. Kesatria mampu memimpin hingga 11 poin di kuarter ketiga.

Abraham Wenas menjadi motor serangan tim dengan kontribusi 22 poin dan 8 assist, didukung Avan Seputra dan Aven Pratama masing-masing menyumbang 12 poin.

Namun, Rajawali Medan mampu membalik keadaan di menit-menit akhir. Tembakan Brandone Francis menyamakan skor menjadi 78-78, sebelum Jordan Oei mencetak tripoin penentu kemenangan Rajawali.

Pemain Rajawali lainnya, Antonio Hester, tampil gemilang dengan double-double 28 poin dan 12 rebound, ditambah 5 assist. Brandone Francis menambah 24 poin dan 6 assist.

Kesatria Bengawan Solo
Pelatih Kesatria Bengawan Solo, Anthony Garbelotto (tengah) memberikan keterangan usai laga kontra Rajawali Malang di IBL GoPay 2026 di GOR Sritex Arena, Minggu (11/1/2026) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Pelatih Kesatria Bengawan Solo, Anthony Garbelotto, menyatakan kebanggaannya pada pemain-pemain lokal yang telah berjuang dengan gigih.

“Saya bangga dengan semangat pemain lokal hari ini. Mereka berjuang sampai peluit terakhir, dan ini menjadi bekal penting ketika pemain asing sudah bisa diturunkan,” ujarnya.

Garbelotto menambahkan, kelelahan menjadi faktor kunci kekalahan timnya.

“Tim bermain back-to-back melawan tim kuat, semua pemain bekerja keras. Namun fisik dan mental terkuras, itu mempengaruhi hasil di menit terakhir,” jelasnya.

Abraham Wenas menekankan semangat tim meski kalah.

“Kami kecewa, tapi tidak peduli bermain lokal atau asing, kami ingin menang. Fokus dan definisi permainan harus diperbaiki, baik mental maupun fisik,” kata Wenas.

Sementara itu, pelatih Rajawali Medan, Efri Meldi, yang juga mantan pelatih Kesatria, menilai kemenangan ini hasil kesabaran timnya menghadapi tekanan.

“Kami menunggu momen, sabar menghadapi pemain KBS yang kuat. Fokus pada tempo permainan membuat kami bisa menutup laga dengan kemenangan,” ujarnya.

Kekalahan ini menambah catatan menantang bagi Kesatria Bengawan Solo, yang sebelumnya juga kalah telak 63-101 dari RANS Simba Bogor. Meski demikian, performa solid pemain lokal memberi harapan bagi tim untuk bangkit pada laga berikutnya melawan Rajawali Medan.