SOLO, MettaNEWS – Takoyaki, jajanan khas Negeri Matahari Terbit itu kini banyak diadopsi di Indonesia. Salah satunya di Alun-alun Kidul (Selatan) Jalan Gading, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah. Rasanya pun tak jauh berbeda dari yang dijual di resto-resto besar Jejapangan.
Pemilik Kedai Takoyaki, Asep Firgias menjual satu porsi Takoyaki seharga Rp 13.000 berisi 5 bola-bola kecil dengan diameter 3-5 cm yang dibuat dari adonan tepung terigu diisi potongan berbagai isian seperti gurita, sosis, bakso, keju, mozarella, cumi, beef, telur, bakso udang, kerang dan kepiting di dalamnya.
“Di sini kami khusus menjual Takoyaki dengan 16 varian berbeda. Harganya saya pukul rata semua Rp 13 ribu saja satu porsi isi 5 sampai 6 yang kecil,” ujar Asep saat ditemui MettaNEWS, Selasa (13/12/2022).
Di atas bola-bola Takoyaki itu masih ditaburi Katsuobushi. Taburan Katsuobushi merupakan olahan dari ikan cakalang yang diasap kemudian diserut tipis. Saat digigit isian dari bola-bola empuk itu akan keluar. Rasa inilah yang membuat Takoyaki jadi jajanan yang enak dan khas.
Kedai Takoyaki ini buka setiap hari mulai pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB.
“Varian Takoyaki yang paling favorit itu yang isian gurita. Sesuai namanya Takoyaki itu kan sebenarnya terkenalnya kan isi gurita kalau di Jepang sana,” katanya.
Di awal merintis usaha pada 2021 lalu, kedai Takoyaki hanya menjual 5 porsi saja. Seiring berjalannya waktu kini setiap harinya kedai tersebut mampu menjual hingga 235 porsi.
“Selain di Alkid kami juga buka cabang di Gentan, UMS, Cemani, UNS, Jaya Wijaya Mojosongo. Kami ini spesial Takoyaki yang kami jual secara online juga di marketplace, Shopee Food, Grab Food, Go-Food dan juga di Instagram @akenotako.id,” jelasnya.
Lokasi kedai ini juga terbilang strategis dari jantung Kota Solo. Hanya sekitar 2.5 kilometer atau 8 menit dari Balai Kota Solo. Selain rasa yang nikmat dan harga yang terjangkau, kedai ini juga menyediakan tikar untuk pengunjung bisa menikmati Takoyaki sembari menikmati suasana Alkid.
Maka tak heran jika kedai Takoyaki yang satu ini selalu dibanjiri pengunjung.
Detri Yulia (22) salah satunya. Warga asal Jebres Solo ini mengaku rasa Takoyaki milik Asep berbeda dari Takoyaki kebanyakan.
“Di sini Takoyakinya beda dari yang lain lebih empuk enak, dan isiannya nggak pelit. Dalamnya matang biasanya kan ada yang nggak matang karena manggangnya kurang sempurna,” ujar Detri.
Takoyaki varian mix atau campur menjadi andalannya ketika datang ke Alun-alun Solo. Biasanya Detri menyempatkan mampir ke Takoyaki langganannya itu selepas kerja.
“Biasanya beli satu box atau dua box buat dibawa pulang. Sudah dari setahunan ini sering beli Takoyaki di sini, harganya juga lumayan murah buat rasa yang seperti ini,” tukasnya.







