SOLO, Metta NEWS – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI menggelar KUR Festival FINTECH 2022 yang berlangsung dari 18 hingga 19 Mei 2022 di Solo Techno Park, Kota Surakarta. Kegiatan yang mengusung tema “Maju Berkembang Bersama KUR dan Bangga Buatan Indonesia” menghadirkan para pelaku UMKM binaan masing – masing bank milik pemerintah, bank pembangunan daerah maupun swasta nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir yang membuka membuka kegiatan tersebut mengatakan, di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, Indonesia justru dalam jalur pemulihan.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% lebih besar dari negara ekonomi kuat di antaranya China, Amerika Serikat, Korea dan Jerman,” jelas Iskandar.
Iskandar menyebut, ekonomi RI tumbuh lebih besar sebagian besar karena faktor UMKM dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi yang kuat.
“Ekonomi kita terus membaik dan UMKM menyumbang tidak sedikit dalam perbaikan ekonomi RI,” kata Iskandar.
Dijelaskan lebih lanjut, khusus untuk Kota Surakarta pertumbuhan ekonomi nya di atas level nasional dan Provinsi Jawa Tengah. Ekonomi Kota Surakarta tumbuh 4,01 % di atas Nasional 3,69 % dan Jawa Tengah 3,32 %.
Peranan dan kontribusi UMKM ditunjukkan dengan jumlah usaha mikro tahun 2019 sebesar 64,60 juta unit (98,67 % dari jumlah total usaha). Sebagian besar UMKM merupakan usaha informal.
Meskipun usaha kecil, menengah dan besar memiliki modal usaha dari Rp 2 miliar hingga Rp 50 miliar namun jumlah usahanya sangat sedikit dibanding UMKM walaupun modal maksimal sekitar Rp 2 miliar.
Wakil Walikota Surakarta Teguh Prakosa dalam sambutan mewakili Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan, Pemerintah Kota Surakarta bekerja sama dengan pelaku UMKM, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan menyatakan siap mendukung terwujudnya target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2022 yang telah ditetapkan sebesar Rp 373,17 triliun dalam rangka meningkatkan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pemulihan ekonomi nasional.
“Pemerintah Kota Surakarta bersama dengan pelaku UMKM, asosiasi dan seluruh pemangku kepentingan telah banyak melakukan kerja sama. Seperti sekarang ini Pemerintah Kota Surakarta telah bekerja sama dengan Shopee melalui Kampus UMKM Shopee Ekspor demi meningkatkan kualitas dan mempersiapkan UMKM Surakarta Go Ekspor,” buka Teguh.
Lebih lanjut, menurut Wawali, Pemerintah Kota Surakarta juga telah mendampingi UMKM Kota Surakarta untuk berkontribusi dalam memulihkan kondisi ekonomi dan pengembangan wellness tourism Kota Surakarta.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, di mana sebelumnya UMKM sektor nonesensial sempat terpuruk selama PPKM dan inilah saatnya bagi UMKM untuk bangkit kembali di mana sekarang ini Kota Surakarta sudah berada di level 1. Selain itu kegiatan ini juga ikut serta dalam mendukung langkah Pemerintah Kota Surakarta dalam pemberdayaan UMKM di Kota Surakarta ini,” tutur Teguh.
Diharapkan melalui program target penyaluran KUR dalam peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM ini akan semakin mudah diakses bagi pelaku UMKM serta memberikan semangat bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan ikut serta dalam pemulihan ekonomi.
Teguh mengajak semua pihak yang terlibat bersedia untuk mendukung program peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM dan pemulihan ekonomi nasional.
“Mari kita sukseskan bersama dengan berkontribusi penuh memberikan usaha yang maksimal demi terwujudnya target penyaluran KUR ini,” tutupnya.
Dalam kegiatan festival UMKM tersebut, diserahkan bantuan KUR kepada secara simbolis pada 1048 debitur dengan jumlah total penyaluran dan Kur sebesar Rp 122,5 milyar.







