SOLO, MettaNEWS – Kebakaran melanda gudang barang rongsokan di RW 012 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, masih belum sepenuihnya padam, Rabu (4/10/2023) pagi.
“Di antara timbunan barang rongsokan ternyata juga ada sejumlah alat berat seperti back hoe, kayu, seng, bahkan sepertinya ada juga tong berisi solar. Ini masih ada sekitar 15 unit damkar di sini,” ujar Taufik, salah satu petugas pemadam kebakaran Kota Solo.
Dari pengamatan MettaNews, dari reruntuhan rumah-rumah yang terbakar, api masih sesekali menyala terselimuti asap tebal yang mengganggu mata.
Sejak Selasa sore pukul 17, saat api mulai terlihat, pemadaman berlangsung intensif melibatkan ratusan petugas dan relawan. Namun, ada sejumlah hambatan yang memperlambat upaya pemadaman.
Hambatan pertama adalah sulitnya mobil pemadam mendekati lokasi. Gang-gang sempit di sela perumahan padat memperlambat gerakan mereka. Bahkan, tim pemadam sempat harus memotong gapura beton yang membuat mobil pemadam tak bisa masuk.
Banyaknya warga yang menonton pun turut memperlambat proses pertolongan. Selain berkerumun menutup jalan, warga penonton juga memarkir kendaraan secara sembarangan.
Hambatan lain, minimnya sumber air. Taufik menjelaskan salah satu hidran terdekat hanya bisa diakses mobil pemadam ukuran kecil. “Kami mengambil air di RSUD Bung Karno, hidran PDAM di Nglebak dan Pasar Klewer,” tuturnya.
Selain gudang rongsokan yang terbakar, kebakaran semalam total menghanguskan 24 rumah yang menjadi tempat tinggal 34 keluarga.
Hingga saat ini ratusan warga yang menjadi korban masih mengungsi di pendapa Kelurahan Pasar Kliwon dan SD Muhammadiyah 23. Mereka terdiri dari 112 jiwa termasuk 11 balita dan 23 orang lansia.
PMI Kota Solo bersama Tagana Dinas Sosial dan relawan lain telah membuka dapur umum di dekat pendapa kelurahan. Mereka menyiapkan logistik untuk pengungsi dan relawan pemadam kebakaran.
“Kami juga masih mengerahkan mobil truk tangki untuk suplai air dan menyiagakan ambulans di tempat kejadian. Ambulans ini untuk menjaga kesehatan pengungsi dan relawan yang memerlukan,”tutur Budi Purwanto, Kepala Markas PMI Kota Solo.







