Kebagian 2 Mobil Patroli Listrik eks G20, Polresta Solo Belum Punya Perangkat Pengisi Daya

oleh
Mobil Listrik Pengawal yang berada di Polresta Solo | Doc : Polresta Solo

SOLO, MettaNEWS – Polresta Surakarta mendapat jatah dua unit mobil patroli eks KTT G20 di Nusa Dua, Bali lalu. Namun mobil berdaya listrik itu belum bisa dimanfaatkan, karena terbatasnya perangkat pengisi daya yang ada di Kota Solo.

“Kami dapat ini dari Korlantas Polri. Namun belum bisa digunakan. Sementara untuk penjajakan dulu agar kami bisa benar-benar mengenali karakter mobil ini. Juga untuk personel yang mengawaki tentu perlu latihan, karena ini berbeda dengan mobil konvensional,” tutur Kapolresta, Kombes Pol Iwan Saktiadi, Selasa (29/11/2022).

Pertimbangan utama mobil belum bisa dipergunakan untuk kebutuhan dinas, karena masih minimnya pengisi daya (SPKLU) yang ada di Kota Solo. Saat baru ada 3 unit SPKLU di kantor PLN Solo Jalan Slamet Riyadi, Purwosari. Dengan daya pengisian 25 KW, SPKLU di Purwosari membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mengisi penuh baterai sebuah mobil.

Iwan Saktiadi juga tak menyebut jenis dan merek mobil yang diterima. Namun penjelasan dari Korlantas Polri, mobil patroli/pengawalan yang dipakai untuk KTT G20 adalah Hyundai Ioniq Electric dengan baterai lithium ion 38,3 kWh.  Sekali diisi penuh, yang membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan charger berkapasitas 100 KW, Hyundai Ioniq mampu menempuh jarak 311-373 km.

Sebenarnya, Hyundai Ioniq juga bisa dicharging di rumah, namun butuh waktu 6 – 17 jam tergantung kapasitas listrik yang tersedia.