SOLO, MettaNEWS – Dari studio kecil di lantai 2 Pasar Elpabes, Stabelan, Andhika Praditya (28) skaters Solo mengubah limbah kayu menjadi barang antik bernilai tinggi. Limbah papan skateboard yang biasanya hanya jadi sampah kayu, oleh tangan kreatif pemuda asal Sumber, Banjarsari ini papan skateboard yang patah disulap jadi barang antik seperti jam, tas, kacamata dan aksesoris fashion lainnya. Berbahan dasar kayu berlapis dengan aneka motif dan warna yang cantik, tangan kreatifnya mulai menghasilkan produk yang dilirik pasar Internasional.
Berawal dari hobi bermain skateboard, Andhika mulai memanfaatkan papan kayu skateboard tak terpakai untuk diolah menjadi sebuah produk. Untuk harga produk jam tangan ia menjual mulai dari Rp 550.000, untuk harga kacamata mulai dari Rp 850.000 yang dijual sejak 2018 lalu.
“Saya mencoba menghasilkan produk dari belajar secara otodidak. Lama kelamaan saya bisa mengolah limbah ini jadi karya yang menarik dan saya beri nama Loosewood. Yang artinya mengusung konsep daur ulang limbah kayu,” tutur Andhika ketika ditemui di studio Loosewood, Pasar Elpabes, Solo, Rabu (6/4/2022).
Pada awalnya Andhika hanya membuat aksesoris seperti gantungan kunci, kalung, dan cincin. Hingga akhirnya ia berniat untuk mengolah produk lain seperti kacamata dan tangan. Dijual secara online, Andhika menyebut penjualannya hingga kini mampu memenuhi pasar nasional.

“Produk ini sudah sampai ke pasar Eropa seperti Inggris, Jerman dan Perancis. Hampir tiap bulan ada produk kami yang dikirim kesana. Untuk wilayah Eropa minat produk rescycle sangat banyak sekali. Terutama produk-produk yang berasal dari limbah lingkungan,” ungkap Andhika.
Keterbatasan produksi, Andhika hanya mampu mengirim 50 unit kerajinan Loosewood dalam skala kecil ke mancanegara tiap bulannya. Proses pembuatan konsep handmade pada awalnya belum menggunakan bantuan mesin. Seiring peningkatan produksi dan kapasitas permintaan pasar, pengerjaan beralih ke mesin.
“Konsepnya limbah bukan papan skateboard baru jadi yang sudah patah ga nentu bisa jadi berapa barang. Dilihat dulu kerusakannya berapa parah lalu baru bisa diolah. Satu papan skateboard utuh yang nggak rusak bisa jadi 5 buah kacamata atau kalau untuk jam tangan bisa sampai 20 buah,” tuturnya.
Selain papan sakteboard, Andhika juga memanfaatkan limbah lantai kayu dan gitar yang banyak dijual di Baki Sukoharjo. Limbah gitar dikombinasi dengan produk yang dipadukan limbah papan skateboard dan juga limbah produksi lain.
“Sisa potongan dari kayu produksi kita olah lagi jadi produk baru, masih bisa dipakai. Dari awal kita konsepnya sustainable. Bahan baku papan skateboard ini dapet dari temen-temen di komunitas skaters luar kota Solo yang ikut berkontribusi,” tutur Andhika.
Karya seninya pernah mengikuti berbagai pameran bergengsi salah satunya gelaran Presidensi G20 yang bertempat di Loji Gandrung, Solo pada 24 Maret lalu. Karya seni miliknya ternyata mampu membuat pengunjung tertarik untuk membelinya. Salah satunya, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming yang juga akan mengikutkan Losewood dalam pameran perancis tahun ini.
Belum berencana membuka cabang ditempat lain, Andhika menyebut akan mengajak para skaters di kota lain untuk berkontribusi dengan kreasinya masing-masing.










