SOLO, MettaNEWS – Jembatan Sasak bambu sebagai alternatif ditutupnya jembatan Jurug B dan Jembatan Mojo, bertambah satu tempat lagi, di Kawasan Ngepung, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Jembatan darurat ini juga swadaya masyarakat, masih dalam proses pembuatan.
Sebelumnya jembatan Sasak yang bertempat di Kampung Beton, Sewu, Solo telah ramai dipergunakan masyarakat untuk jalur alternatif. Setiap hari, banyak yang menggunakan karena lebih dekat menghubungkan wilayah Sukoharjo dengan Kota Solo.
Dari pantauan MettaNEWS di lokasi (28/9/2022), kondisi jembatan Sasak di Kawasan Ngepung, Semanggi masih dalam proses pengerjaan. Jembatan apung belum terpasang, hanya beberapa rancangan awal dari drum yang diapungkan sudah berjejer di tepi bengawan.
Jalan penghubung dari pinggir bengawan menuju aspal desa juga sudah diratakan. Nampak masyarakat banyak yang berdatangan untuk melihat situasi dan kondisi dari jembatan Sasak yang belum jadi tersebut.
Salah satu pekerja jembatan Sasak yang berada di lokasi, Imam mengungkapkan pengerjaan jembatan sasak ini diperkirakan selesai pada hari Kamis (29/9) esok.
“Kamis sore kemungkinan sudah jadi ini, pengerjaannya juga dari Sukoharjo (Gadingan, Mojolaban) kita di Solo hanya mengawasi,” ungkapnya.
Dikatakan, jembatan Sasak ini merupakan jembatan lawas yang sebelumnya sering dibangun. Di masa lalu, seperti juga Beton, Ngepung juga menjadi tempat penyeberangan. Di musim kemarau menggunakan jembatan sasak, sedangkan di musim penghujan menggunakan perahu tambang.
Jika merunut sejarah, Beton dan Ngepung sama-sama pelabuhan sungai yang cukup penting untuk perniagaan di wilayah Surakarta. Kedua pelabuhan yang berjarak lebih kurang 2 km itu melayani pelayaran di Kali Pepe dan Kali Laweyan. Kemudian dari Bengawan Solo, jalur pelayaran berlanjut hingga ke Gresik, muara Bengawan Solo.
Meski belum jadi, terlihat masyarakat menaruh perhatian pada jembatan darurat itu. Salah satu pengendara dari Bekonang, Sukoharjo, Mulyani (52) mengaku mendengar kabar adanya jembatan baru yang menjanjikan jarak lebih dekat, melalui sebaran grup Whatsapp. Demikian juga Nurul (36) warga Semanggi, penasaran apakah jembatan itu nantinya bisa memenuhi kebutuhannya menuju ke tempat kerja. “Kita lihat saja kalau sudah jadi besok, kalau yang di Beton saya sudah lihat kemarin, tapi nggak berani lewat sana karena jalan ke jembatan terlalu curam,” ungkap Mulyani.







