SOLO, MettaNEWS – Sudah dua tahun Keraton Surakarta meniadakan tradisi Kirab Pusaka 1 Sura, karena pandemi Covid-19. Jelang tahun baru kalender Jawa 1 Sura Jumat (29/7/2022) mendatang, bisa saja batal lagi karena seekor kerbau bule yang menjadi ikon kirab, mati mendadak.
Keraton Surakarta memiliki pusaka berupa kawanan kerbau bule (albino) keturunan Kiai Slamet. Kerbau-kerbau ini setiap hari dikandangkan di kompleks Alun-alun Kidul, namun sering juga dibiarkan berkeliaran.
Setiap malam 1 Sura, kerbau-kerbau yang disakralkan oleh sebagian masyarakat ini bertugas “memimpin” kirab pusaka-pusaka Keraton yang sudah puluhan tahun menjadi tradisi dan selalu menyedot kerumunan orang.
“Ketahuan mati kemarin pagi jam 6, sebelumnya masih bisa saba (berkeliaran) di alun-alun. Tapi memang sudah beberapa hari selera makannya ngedrop. Kemarin ada dari Dinas Peternakan ke sini memeriksa, dan malamnya bangkai kerbaunya saya makamkan di sini. Sesuai tradisi, kerbau keturunan Kiai Slamet selalu dimakamkan di tempatnya meninggal,” ujar Heri Sulistyo, pawang kerbau keturunan Kiai Slamet di Alun-alun Kidul, Jumat (22/7).
Heri menambahkan, selama wabah penyakit mulut kuku, pihaknya mendapat bantuan dari Dinas Peternakan dan beberapa pihak lain. Kandang di Alun-alun Kidul juga sering disemprot disinfektan.
Terindikasi PMK
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Solo, Eko Nugroho ketika dihubungi MettaNews membenarkan ada sekelompok kerbau milik Keraton yang terindikasi Penyakit Kuku Mulut (PMK).
“Tapi untuk memastikan butuh pemeriksaan saliva, segera kami lakukan. Sekarang kami masih merekomendasikan untuk isolasi. Kerbau-kerbau ini dikarantina, dijaga makannya, dan pastinya perlu pengobatan,” tuturnya.
Eko menyebut selama ini pihaknya beberapa kali menyemprot kandang kerbau Kiai Slamet dan memberikan vitamin untuk daya tahan tubuh.
“Kalau soal nanti bisa kirab apa tidak, kami koordinasikan dulu dengan pihak Keraton. Yang saya tahu, jumlah kerbau keturunan Kiai Slamet ada 19 ekor, ada kawanan lain di kandang yang berbeda. Semoga masih sehat-sehat saja, nanti kami periksa juga,” tutup Eko.








