SOLO, Metta NEWS – Dua pekan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2022 yang jatuh pada Selasa 1 Februari 2022, permintaan pernak pernik untuk keperluan Imlek mulai menggeliat. Warga yang merayakan Imlek mulai mencari kebutuhan seperti lampion, tempelan atau stiker nuansa Imlek, lilin, dupa sembahyang dan yang paling legend dan wajib ada adalah kue keranjang.
Kue khas yang pasti ada setiap perayaan Imlek itu tidak hanya di buru warga keturunan Tionghoa, tetapi juga sudah menjadi santapan masyarakat luas.
Pemilik toko Sinar di Pasar Gede, Natalia Wijaya mengaku mulai merasakan pergerakan perekonomian di tokonya meskipun masih dalam masa pandemi.
“Ini toko mulai ramai apalagi tinggal beberapa hari lagi Imlek,” tutur Natalia, ketika ditemui di Toko Sinar Pasar Gede, Senin (17/01/2022).
Berbeda dari dua tahun sebelumnya, Natalia menyebut tokonya mulai ramai pembeli yang mencari kebutuhan Imlek mulai awal bulan ini.
“Kalau tahun kemarin juga ramai. Yang sangat sepi pas tahun pertama pandemi. Setelah pandemi mulai reda ya terus mulai ramai lagi,” ujar Natalia.
Natalia menyebut produk-produk favorit saat Imlek adalah kue keranjang, manisan, (amplop) angpao, lampion boneka-boneka tempelan juga banyak suka,” ungkap Natalia.
Permintaan kue keranjang ini, lanjut Natalia selama masa Imlek bisa mencapai ratusan kilo.
“Kalau pemasoknya kue keranjang beberapa home industri di Solo, ada yang dari Medan, Jakarta juga. Semakin mendekati Imlek biasanya semakin meningkat permintaannya,” terangnya.
Natalia mengaku setiap hari pasti ada customer yang membeli kue keranjang.
“Pasokan setiap hari datang terus, pembelinya juga. Mereka belanja dan biasa dibagi-bagi untuk kolega untuk karyawan, keluarga, tetangga. Tapi tahun ini penjualan lebih banyak dari tahun kemarin,” tuturnya.
Berpijak dari pengalaman tahun kemarin, Natalia menjelaskan tahun ini menyediakan stok ratusan kilo kue keranjang.
“Persediaannya bisa sampai ton kalau melihat ramai begini. Yang paling murah sekilonya 25 ribu, kalau yang paling mahal 66 ribu per kilo. Sekilo ada yang isi 4 biji, 2 biji ada yang 3 biji,” jelasnya.
Sementara itu, selain kue keranjang, lampion juga menjadi buruan masyarakat.
“Lampion dan stiker tempelan boneka itu juga banyak yang cari. Biasanya seminggu mendekati Imlek ramai banget yang belanja. kadang sudah selesai Imlek atau masa Imlek itu masih ada yang borong. Tahun kemarin tetap bersyukur meskipun berkurang, tahun ini juga bersyukur karena mulai membaik perekonomiannya,” pungkas Natalia.







