Jaga Solo Tetap Toleran, Wawali Astrid Ajak Anak Muda Gaungkan Toleransi Lewat Media Digital

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Salah satu caranya dengan memanfaatkan media digital untuk menyebarkan narasi keberagaman dan memperkuat citra Kota Solo sebagai kota yang toleran.

Pesan tersebut disampaikan Astrid seusai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di ruang rapat Toko Roti Ganep, Senin (19/10/2026).

Astrid mengapresiasi berbagai program FKUB dalam memperkuat kerukunan di Kota Solo. Program tersebut di antaranya inisiasi 54 Kelurahan Sadar Kerukunan dan pelibatan generasi muda melalui FKUB di tingkat kecamatan.

Ia juga menilai program Ngopi Kebangsaan menjadi pendekatan menarik untuk membangun wawasan kebangsaan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

“FKUB perannya sangat penting, posisinya juga sangat strategis dalam menyuarakan isu toleransi Kota Solo sebagai kota toleransi,” ujar Astrid.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Solo mencerminkan kemajemukan Indonesia yang terdiri dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan sosial. Karena itu, kerukunan harus terus dirawat agar perbedaan keyakinan maupun kepentingan sosial tidak berkembang menjadi konflik.

Toleransi Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Astrid menegaskan, penguatan toleransi tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah Kota Surakarta perlu bersinergi dengan FKUB, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong berbagai gagasan tentang kerukunan menjadi program nyata yang dapat dirasakan masyarakat, bukan sekadar berhenti dalam forum diskusi.

Ia juga mendorong agar rekomendasi terkait penguatan toleransi dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan demikian, upaya menjaga kerukunan bisa menjadi bagian dari kebijakan dan program Pemerintah Kota Surakarta secara berkelanjutan.

Menurut Astrid, keterlibatan masyarakat dalam merawat keberagaman perlu diperluas, terutama dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat secara aktif.

Kehadiran Gema FKUB dinilai dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk berkontribusi menyebarkan pesan perdamaian, memperkuat wawasan kebangsaan, dan membangun kesadaran tentang pentingnya menghormati perbedaan.

Media Sosial Jadi Sarana Sebarkan Pesan Perdamaian

Astrid menilai pendekatan untuk menyampaikan pesan toleransi kepada generasi muda harus menyesuaikan perkembangan zaman. Media sosial dan berbagai platform digital dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan konten positif tentang keberagaman dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak muda.

“Harapan saya kita lebih suarakan narasi keberagaman ini, bagaimana menjaga Kota Solo tetap toleran. Dan juga menjaga perbedaan yang ada antarumat beragama dengan cara yang kekinian, dengan cara yang relate dengan anak muda, termasuk dengan media digital,” ungkapnya.

Melalui konten digital yang kreatif dan mudah dipahami, pesan kerukunan diharapkan menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat citra Solo sebagai kota yang mampu merawat keberagaman dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.

Astrid berharap generasi muda tidak hanya menjadi penerima pesan toleransi, tetapi juga tampil sebagai penggerak yang aktif menyebarkan nilai-nilai perdamaian di lingkungan masing-masing.

Dengan sinergi pemerintah, FKUB, tokoh agama, dan generasi muda, Kota Solo diharapkan terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.