SOLO, MettaNEWS – Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023. Dalam kesempatan ini pemain muda terbaik dunia seperti Republik Dominika, Guatemala, Amerika Serikat, Fiji, Selandia Baru, Inggris, Prancis, Israel, Italia, dan Slovakia akan berlaga di putaran final.
Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia akan mempersiapkan sejumlah stadion untuk menggelar pertandingan. Terhitung masih ada waktu 6 bulan sebelum Piala Dunia U-20 ini digelar pada 20 Mei 2023.
Selama itu Pemerintah akan mengaudit sejumlah stadion yang dirasa kurang layak. Setidaknya ada 21 stadion yang masuk dalam daftar audit per 2022-2023.
Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono yang tengah datang ke Solo untuk meninjau sejumlah proyek milik Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (4/11/2022).
“Stadion yang diadit ada 21 termasuk kanjuruhan. Nanti diprioritaskan dulu yang banyak suporternya,” kata Menteri Basuki.
Menteri PUPR itu menyebut Stadion Kanjuruhan memiliki urgensi dibandingkan stadion lainnya. Seperti diketahui stadion yang berada di Malang itu telah rusak saat laga tandang Persebaya Surabaya dengan Arema FC 1 Oktober lalu menimbulkan kericuhan.
“Selain Stadion Kanjuruhan yang urgen untuk penyelenggaraan U-20 sebelum U-20 harus selesai. Nanti ada 3 tim dari komite kehandalan gedung melakukan evaluasi. Dua tiga minggu lagi mereka akan laporan, mana yang harus ditata, mana yang memenuhi dan mana yang tidak,” ujar Menteri PUPR.
Stadion Manahan menjadi salah satu venue yang kini dieman-eman Pemerintah Kota Solo untuk gelaran Piala Dunia U-20 ini. Sebab renovasi besar-besaran telah dilakukan dan telah mengantongi standar kelayakan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) beserta Kementerian PUPR.
“Kalau Manahan sudah kita renov, jadi yang lainnya itu. Selain yang kami renov kemarin itu ada Stadion Jaka Barung, Jalak Rupat, Manahan, dan 10 November itu sudah sesuai,” terangnya.
Sedangkan stadion yang masih belum layak dari standar Federasi Persatuan Sepak Bola Internasional (FIFA) akan diperbaiki dengan mengedepankan kenyamanan suporter maupun pemain.
“Biasanya yang kita catat untuk perbaikan itu tempat duduk tidak singel sit, pintu masuk dan keluar. Misal di Gelora Bung Karno itu dalam waktu 15 menit bisa mengeluarkan 60 ribu penonton dengan selamat. Jadi kita belajar dari sana, pintu existingnya kita tambah list dan lainnya,” tukasnya.








