Hari Bhakti Adhyaksa ke-69, Kejaksaan Solo Santuni Penyandang Tunanetra

oleh
Yaketuntra
Ulang tahun Korps Kejaksaan atau Hari Bhakti Adhyaksa ke-69 Kejaksaan Negeri Surakarta memberikan santunan ke Yayasan Kesejahteraan Tunanetra (Yakekuntra) Solo, Kamis (14/7/2022) | dok. Yaketuntra

SOLO, MettaNEWS – Ulang tahun Korps Kejaksaan atau Hari Bhakti Adhyaksa jatuh tanggal 22 Juli. Menyambut moment bersejarah yang ke-69 tahun ini, Kejaksaan Negeri Surakarta menggelar banyak kegiatan internal. Selain itu, mereka juga ke luar untuk menggelar berbagai aksi sosial. 

Seperti yang dilakukan Kamis (14/7/2022), Kejari memberikan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari, sembako kepada para penyangdang tunanetra di Yayasan Kesejahteraan Tunanetra (Yakekuntra) Solo.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara, Adhya Satya mengatakan bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Kejari ke masyarakat.

“Sudah menjadi tradisi saat Hari Bhakti Adhyaksa, kami menggelar bakti sosial untuk masyarakat sekitar agar terbantu. Terlebih ini saat-saat sulit karena pandemi Covid-9. Tadi diberikan kebutuhan bahan pokok untuk lingkungan panti asuhan di Solo. Semoga cukup untuk sekadar membantu penyandang tunanetra,” terang Adhya saat ditemui MettaNEWS di sela-sela aksi sosial di Yaketuntra. 

Pemberian bantuan sembako ini diterima Ketua Yaketuntra, Sumartono Hadinoto di sekretariat Jalan Wonosaren RT 04 RW 08 Jagalan, Solo. Disaksikan warga penyandang tunanetra, suka cita begitu terasa dan merasakan kebahagian dalam Hari Bhakti Adhyaksa ini.

Kali pertama Yaketuntra menjadi sasaran aksi sosial kemanusiaan, pihaknya berharap agar bantuan Kejari bisa terus berjalan agar dapat lebih dekat dengan masyarakat.

“Yaketuntra baru pertama kali, tahun depannya harapan kami dapat memperluas kedekatan kami dengan masyarakat, kami adalah aparat pemerintah atau aparat publik yang harus melayani masyarakat sebisa mungkin kami bisa dekat,” harapnya.

Dikatakan, Adhya sasaran sosial kemanusiaan ini tak hanya ke Yaketuntra, namun juga ke sejumlah panti asuhan di Solo.

“Selain di Yaketuntra rencana selanjutnya kami memberikan bantuan ke masyarakat sekitar Kejaksaan Surakarta kemudian nanti ada beberapa panti asuhan kedepannya akan kami kunjungi. Juga para mantan pegawai Kejaksaan Surakarta,” katanya.

Menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya, di Hari Bhakti Adhyaksa ke-69 ini Kejari telah memberikan bantuan ke 150 warga di Kelurahan Kepatihan.

“Pelaksanaan bantuan masyarakat sekitar mulai dari jam 09.30 ada 150 orang yang diberi di wilayah kantor, berjalan menuju panti asuhan jam 11.00 an, kami muter lagi munuju anjangsana para mantan pegawai Kejari Solo,” sebutnya.

Meski pandemi telah melandai, peryaan Hari Bhakti Adhyaksa Kejari tetap dilakukan dengan sederhana sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang masih berjuang di masa pandemi.

“Sekarang juga masih masa pandemi dari pimpinan kita disarankan harus sederhana tidak hedon (mewah) euforia HUT Kejari tapi kita tetap masih dalam masa pandemi yang masyarakat di sekitar sini masih dalam proses berjuang dalam di masa pandemi,” terangnya.

Telah menginjak usia yang ke-69 tahun, pihaknya berharap agar Kejari dapat menjadi lembaga yang berintegritas untuk membangun Indonesia.

“Harapannya semoga Indonesia selesai dari masalah pandemi, semoga Kejari di tahun ini menjadi lebih dekat dengan masyarakat, lebih berintegritas dan lebih baik untuk bisa membangun Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Pendamping Yaketuntra, Hariyanto merasa senang dan bersyukur atas apa yang telah Kejari diberikan. Melalui bantuan yang diterima Ketua Yaketuntra, Sumartono Hadinoto, pihaknya berharap agar warga penyandang tunanetra bisa merasakan berkat di Hari Bhakti Adhyaksa Kejari ke-69 tahun.

“Pemberian bantuan langsung diterima Pak Sumartono selaku ketua, kami sangat menyambut baik adanya bantuan ini dari Kejari,” kata Hariyanto.

Yaketuntra
Warga penyandang tuannetra di Yayasan Kesejahteraan Tunanetra (Yaketuntra) Solo usai mengikuti acara penyerahan bantuan Kejari Solo, Kamis (14/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Di sebuah bangunan Yaketuntra, canda tawa terdengar dari warga penyandang tunanetra. Nampak dari mereka berdandan rapi usai menghadiri acara pemberian bantuan Kejari. Raut wajah bahagia terpancar dari mereka yang sedang duduk santai di halaman Yaketuntra. Tak banyak aktivitas yang mereka lakukan, diketahui memang kegiatan Yaketuntra sempat terhenti selama pandemi.

“Kegiatan di Yaketuntra sempat off lantaran pandemi, sebelum pandemi banyak kegiatan di yayasan ini seperti kesenian Jawa karawitan, band, keroncong, dangdut, kerajinan membuat keset sapu lalu ada pemberantasan buta huruf dengan huruf braile,” terangnya.

Di Yaketuntra, para penyandang tunanetra juga mendapatkan pendidikan non formal. Tujuannya agar mereka tetap mendapatkan kesempatan yang sama dalam hal pendidikan.

“Mereka yang belum menganyam pendidikan formal, di sini buka kejar paket dengan huruf braile, bahasa tulis agar yang ada di sini bisa komunikasi dengan pasien,” terangnya.

Warga lanjut usia di Yaketuntra lebih mendominasi daripada yang berusia muda. Hal ini lantaran anak-anak yang sempat berada di Yaketuntra telah melanjutkan pendidikannya di jenjang yang lebih tinggi.

“Yang sudah dewasa dan sebelumnya di sini sudah lanjut pendidikan formal, untuk yang tadinya SD sudah membaur dengan SMP negeri, kalau di Solo ya SMPN 20 Solo yang ditunjuk, SLTA nya di SMPN 5 Solo, dan sisanya di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Tak hanya warga Solo yang banyak menghuni Yaketuntra, untuk warga lainnya seperti Sragen, Karanganyar dan Boyolali juga telah lama menjadi bagian dari Yaketuntra Solo.

“Di sini ada 48 pasangan tunanetra yang berkeluarga, yang masih muda saat ini karena generasi sekarang sudah lain karena tingkat ekonomi sudah lumayan dan kesehatannya sudah cukup baik maka yang tunanetra yang anak-anak di sini sudah menurun tidak ada penambahan,” katanya.