Harga Cabai Tidak Stabil? Chili Oil Solusinya!

oleh
oleh

KLATEN, MettaNEWS – Cabai merupakan salah satu komoditas tanaman yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Cabai digunakan baik sebagai pendamping makanan seperti diolah menjadi sambal ataupun menjadi bahan utama dalam beberapa masakan. Seperti mangut lele, cah kangkung dan lain-lain.

Desa Kahuman merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Klaten, Kecamatan Polanharjo. Mata pencaharian masyarakat Desa Kahuman didominasi oleh petani. Dimana salah satu komoditas tanaman yang ditanam yaitu cabai. Salah satu masalah yang dialami di Desa Kahuman yaitu harga cabai yang tidak menentu sehingga keuntungan yang didapatkan pun dapat bervariasi. Baik mendapatkan keuntungan yang banyak atau sedikit. Oleh karena itu, supaya saat harga cabai sedang turun, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro TIM II Tahun 2023/2024 mengadakan program yaitu “Pengolahan Cabai menjadi Chili Oil untuk Menambah Nilai Guna Cabai”

Airel Rafif Rajendra dari Fakultas Sains dan Matematika Program Studi Bioteknologi menjelaskan, Chili oil atau minyak cabai merupakan salah satu olahan cabai yang menggunakan cabai yang sudah dikeringkan. Dan ditambahkan dengan rempah-rempah lalu direndam dalam minyak. Sehingga menjadi warna merah kecoklatan. Chili oil memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan.

“Hal tersebut dikarenakan sifat cabai yang mengandung senyawa capsaicin yang memiliki aktivitas antikanker, antidiabetes, anti-arthritis dan analgesik,” jelas Rafif.

Selain itu, lanjutnya, cabai juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat membantu tubuh dalam melawan radikal bebas yang masuk kedalam tubuh.

Kegiatan ini dimulai dengan mendatangi toko-toko setempat yang menjual cabai segar. Lalu memberikan pengetahuan mengenai bagaimana caranya mengolah cabai segar yang terdapat di toko menjadi produk chili oil untuk mengantisipasi harga cabai yang sedang turun. Setelah itu, diberikan demonstrasi bagaimana pembuatan chili oil sederhana.

Pembuatannya sendiri dimulai dengan menghaluskan cabai yang sudah kering. Kemudian, bawang putih dan bawang merah dikupas lalu dihaluskan dengan cara di tumbuk/di blender. Setelah halus, pasta yang dihasilkan digoreng hingga berwarna coklat keemasan dan diberi MSG serta dimasukkan cabai kering. Aduk secara perlahan-lahan dengan api kecil lalu ditambahkan kecap asin dan gula sesuai selera. Chili oil yang sudah matang kemudian ditempatkan ke dalam botol atau tempat saus lalu siap untuk dijual.

“Dengan adanya program tersebut, kami berharap dapat membantu UMKM Desa Kahuman. Dalam memanfaatkan cabai hasil pertanian menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah,” pungkasnya.